Penerapan Protokol Kesehatan Menjadi Daya Tarik Penyelenggaraan Pertemuan

Hotel Dolce Hanoi Golden Lake (reuters)

Indonesiainside.id, Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di perhotelan menjadi daya tarik penyelenggaraan pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (MICE) di daerah ini.

“Sejumlah instansi kementerian maupun swasta memilih menggelar ‘MICE’ di Yogyakarta karena protokol kesehatannya dinilai sudah bagus,” kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Deddy, kesan mengenai kedisiplinan penerapan protokol kesehatan di perhotelan dan restoran di DIY amat berpengaruh terhadap MICE yang hingga kini rata-rata memiliki persentase 20 persen dari okupansi masing-masing hotel di Yogyakarta.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan MICE di perhotelan di DIY, menurut dia, secara keseluruhan dipastikan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Mulai dari pengaturan jarak meja setiap peserta, pemakaian masker, hingga penyediaan handsanitizer di masing-masing ruangan.

“Kalau dari manajemen hotelnya sejauh ini sudah sesuai protokol kesehatan. Hanya saja, terkadang tamu-tamunya yang justru enggan memakai masker,” kata dia.

Tren positif penyelenggaraan MICE itu, menurut dia, tidak terlepas dari upaya verifikasi hotel dan restoran yang hingga kini terus digencarkan oleh PHRI DIY. Tujuannya, memastikan penerapan serta penyediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Deddy menyebutkan hingga saat ini tercatat sebanyak 142 hotel yang telah terverifikasi. Hingga akhir 2020 ditargetkan 162 hotel yang beroperasi di DIY telah terverifikasi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here