Produksi di Libya Meningkat, Harga Minyak Jatuh

ilang minyak dan harga per barel
Ilustrasi kilang minyak dan harga per barel. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga minyak jatuh sekitar dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan oleh pembengkakan produksi dari Libya dan kekhawatiran bahwa meningkatnya infeksi Virus Corona dapat memperlambat pemulihan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun 75 sen atau 1,7 persen, menjadi menetap di 42,78 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) terpangkas 99 sen atau 2,4 persen, mengakhiri sesi pada 40,13 dolar AS per barel.

Namun, harapan untuk vaksin membuat minyak mentah berjangka di jalurnya untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Untuk minggu ini, keduanya mencatat kenaikan lebih dari delapan persen.

Produksi minyak Libya telah meningkat menjadi 1,2 juta barel per hari (bph), sumber minyak Libya mengatakan kepada Reuters, naik dari 1,0 juta barel per hari yang dilaporkan pada 7 November oleh perusahaan minyak negara itu, National Oil Corp.

Tanda-tanda peningkatan produksi di AS menambah sentimen bearish. Jumlah rig minyak AS naik 10 menjadi 236 rig minggu ini, menurut data Baker Hughes, tertinggi sejak Mei.

Juga menekan harga, data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah naik 4,3 juta barel pekan lalu. Analis memperkirakan penarikan 913.000 barel.

“Intinya, beberapa faktor perasaan baik dari vaksin Pfizer telah hilang dan angka-angka EIA (Badan Informasi Energi AS) yang mengecewakan telah menciptakan sedikit koreksi turun,” kata Kepala Penelitian Komoditas BNP Paribas, Harry Tchilinguirian.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here