PBB Minta Negara di Dunia Tidak Lagi Membangun Pembangkit Listrik Batu Bara

Ilustrasi pengangkutan batu bara. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Sabtu (14/11) meminta semua negara untuk berhenti membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru dalam pesan videonya di KTT Asia Timur 2020.

“Demi mencapai netralitas karbon pada 2050, saya menyerukan kepada semua negara untuk berhenti membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru, dan (meminta) para mitra untuk menghentikan pembiayaannya,” kata Guterres.

“Negara-negara juga perlu menetapkan harga karbon dan mengakhiri subsidi untuk bahan bakar fosil. Respons kami terhadap krisis COVID-19 harus sejalan dengan Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam semua upaya ini, Anda dapat mengandalkan dukungan dari sistem PBB,” imbuhnya.

Guterres mencatat bahwa upaya harus dilakukan untuk “memanfaatkan usaha pemulihan COVID-19 demi membangun perekonomian iklim hijau yang tangguh dan bekerja menuju netralitas karbon pada 2050.”

“Ini juga akan, secara bersamaan, mendorong penciptaan lapangan kerja yang akan mengurangi ketimpangan dan mengatasi polusi udara yang mencekik banyak kota di Asia. Saya memuji keputusan baru-baru ini dari China, Jepang dan Korea Selatan yang berkomitmen pada emisi nol bersih,” imbuh Guterres.

KTT Asia Timur adalah sebuah forum regional yang digelar setiap tahun oleh para pemimpin, yang awalnya diikuti oleh 16 negara di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan dan Oseania, berdasarkan mekanisme ASEAN Plus Enam. Keanggotaannya kemudian diperluas menjadi 18 negara termasuk Rusia dan Amerika Serikat pada 2011.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here