Wapres Minta Pembangunan Rumah MBR Dipercepat Meski di Masa Pandemi

Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Foto: PU

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dipercepat meski masih di masa pandemi Covid-19. Hal ini karena backlog perumahan masih tinggi akibat kesenjangan pasokan dan kebutuhan rumah yang timpang.

“Backlog atau kekurangan pasokan rumah saat ini masih cukup tinggi yaitu diperkirakan sebesar 11,04 juta unit. Karenanya pembangunan MBR harus dipercepat,” kata Wapres Ma’ruf Amin, Sabtu(21/11).

Padahal, lanjut Wapres, Presiden Joko Widodo pada 2015, telah mencanangkan program Satu Juta Rumah. Namun, backlog masih terjadi dan tingkatnya pun tinggi.

“Dari program itu telah terealisasi sebanyak 4,8 juta unit pada 2019, dan lebih dari 70 persen dari jumlah tersebut dinikmati oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR,” katanya saat membuka Seminar dan Sarasehan Nasional Himpunan Pengembang Nusantara secara daring di Jakarta.

Meskipun jumlah rumah tersebut bertambah, tetapi angka tersebut masih belum dapat menghilangkan backlog perumahan di Indonesia.

Backlog menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur jumlah kebutuhan rumah di Indonesia, seperti tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Pembangunan jangka Menengah (RPJMN), lanjutnya.

Untuk mendukung penyediaan rumah bagi MBR, Pemerintah menyediakan berbagai skema bantuan pembiayaan, antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahaan Berbasis Tabungan (BP2BT).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here