Bawaslu Jelaskan Makna Salam Dua Jari Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut kedatangan suporter klub sepakbola Persija Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (15/12/2018). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Simbol dua jari tidak dimaksudkan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu

Indonesiainside.id, Bogor — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyied Baswedan tidak terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu.

“Terhadap apa yang dilakukan ARB sebagai terlapor yang dianggap melakukan tindakan pidana pemilu sulit dibuktikan,” ujar Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris saat konferensi pers di kantor Bawaslu Bogor, Jumat (11/1).

Keputusan itu dikeluarkan setelah Bawaslu Bogor melakukan kajian dan pemeriksaan terhadap pihak terkait atas dua pelaporan dugaan tindak pidana pemilu karena Anies mengacungkan dua jari di acara internal Partai Gerindra di Sentul.

Bawaslu Bogor mendapati fakta-fakta yang tidak mengarah pada aktifitas kampanye. Berikut penjelasan pihak Bawaslu tekait makna salam dua jari berdasar keterangan terlapor dan pemeriksaan saksi-saksi terkait.

Pertama, kegiatan yang dihadiri Anies pada 17 Desember 2018 merupakan kegiatan internal partai yang rutin diadakan setiap tahun sebagai agenda konsolidasi partai.

Kedua, Anies sebagai terlapor diundang sebagai Gubernur DKI. Anies pun sudah bersurat kepada Kementerian dalam Negeri.

Ketiga, terkait simbol dua jari yang dilakukan Anies saat berpidato merupakan bentuk salam kemenangan tim sepakbola Persija, salam literasi gemar membaca, dan simbol hubungan vertikal (ketuhanan) dan horizontal (kemanusiaan).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here