Kartu Pra Kerja Tak Mendidik Generasi Muda

- Advertisement -

Oleh : Zahirudin |

Tingginya angka pengangguran dari jenjang SMK menunjukkan adanya ketidaksinambungan antara kurikulum dan kebutuhan industri

Indonesiainside.id, Jakarta — Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno memiliki strategi berbeda dalam mendorong para pemuda yang belum mendapatkan dan sedang mencari pekerjaan. Berbeda dengan petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang berjanji akan memberikan gaji pada lulusan SMK yang menganggur, pasangan calon nomor urut 02 itu lebih memilih untuk membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya.

- Advertisement -

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Drajad Wibowo, mengatakan rencana pembukaan lapangan pekerjaan itu bertujuan agar para pemuda bisa mendapatkan pekerjaan tetap. Hal ini sejalan dengan butir kedua dalam Pilar Ekonomi Prabowo –Sandi.

Dia menerangkan pasangan calon Prabowo – Sandi memiliki program ekonomi yang dirancang ke arah penciptaan lapangan kerja seperti peningkatan produksi tanaman sumber pangan dan energi, industrialisasi pertanian, dan infrastruktur pertanian serta perdesaan.

“Itu semua faktor penggandaan kesempatan kerjanya besar sekali. Prabowo – Sandi juga akan mengutamakan tenaga kerja lokal dibandingkan dengan asing, pemberian insentif bagi startup berbasis inovasi, program OK-OCE, dan wisata halal,” kata Drajad di Jakarta, Rabu (06/03).

Bahkan, dia melanjutkan, bagi generasi yang belum mendapatkan pekerjaan akan disediakan program pelatihan dan magang yang ekstensif. Menurutnya langkah yang dirancang ini akan jauh lebih mendidik dan menghormati anak muda yang belum mendapatkan kesempatan kerja.

Alasan paling utama BPN Prabowo – Sandi tidak ingin menyediakan insentif gaji kepada pemuda yang belum mendapatkan kerja yakni karena mereka tidak ingin menjadikan generasi milenial yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan menjadi generasi tukang minta-minta alias tangan di bawah.

“Justru kita perlu mendorong mereka menjadi generasi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan atau pekerja dengan keahlian yang tinggin,” pungkasnya.

Sementara Anggota Komisi X DPR-RI Ledia Hanifa mengatakan, program pendidikan vokasi yang digadang-gadang pemerintahan Joko Widodo tidak efektif dalam memangkas jumlah pengangguran di Indonesia. Alih-alih mencetak tenaga ahli dan sesuai permintaan dunia industri, lulusan vokasi atau SMK justru malah menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia.

“Kita melihat bahwa yang katanya dahsyat itu, sebetulnya berapa persen yang terserap langsung di pekerjaan? Pada kenyataannya 11 persen dari pengangguran itu adalah lulusan SMK,” kata Ledia.

Dia melanjutkan, tingginya angka pengangguran dari jenjang vokasi mengindikasikan bahwa tidak adanya kesinambungan antara pendidikan vokasi di kelas dengan dunia kerja. Hal itu terjadi karena pemerintah gagal menghadirkan guru-guru produktif yang memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Secara pendidikan memang kita masih sangat rendah, dan sejumlah persoalan di SMK karena tidak tersedianya cukup guru-guru produktif yang memberikan arahan dan pendidikan agar dia langsung diterima di dunia kerja,” ucapnya.(EPJ)

Berita terkini

Menteri Luar Negeri Pakistan Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Islamabad-- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi hari Jumat (3/7) dinyatakan positif virus corona baru. Menulis di akun twitter, Shah Mahmood mengabarkan...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...

Roadmap Program Pelatihan Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong Belum Lengkap

Indonesiainside.id, Jakarta--Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong belum memberikan roadmap program persiapan timnas senior. "Dia sudah memberikan roadmap (peta jalan) untuk...

Malaysia Tangguhkan Pilot Berlisensi Pakistan, Terkait Pemalsuan Kualifikasi

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Regulator penerbangan Malaysia untuk sementara menangguhkan pilot yang dipekerjakan oleh maskapai domestik yang memegang lisensi Pakistan. Hal ini dilakukan setelah...

Berita terkait

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...

Ternyata Dana Covid-19 yang Diributkan Jokowi Belum Diterima Kemenkes, Mantan Kasum TNI: Sudah Telanjur Jadi Kambing Hitam

Indonesiainside.id, Jakarta - Mantan Kasum TNI Letjen (purn) Johannes Suryo Prabowo menilai Kemenkes menjadi kambing hitam terkait penyaluran dana kesehatan untuk Covid-19. Karena dana...

Sungai Bone Meluap, Kampung Bugis Tenggelam, 4.141 Korban Banjir Mengungsi di Gorontalo

Indonesiainside.id, Gorontalo--Sebanyak 4.141 korban banjir di Kota Gorontalo memadati 12 lokasi pengungsian di Kota Gorontalo. Berdasarkan data Taruna Siaga Bencana (Tagana) lokasi pengungsian di...

Museum Rasulullah SAW Akan Dibangun di Area Perluasan Kawasan Ancol

Indonesiainside.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Perluasan Kawasan Ancol seluas 155 hektare dilakukan...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here