Sejarah Terburuk Tunggal Putra Indonesia di All England

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito. Foto: Istimewa

Indonediainside.id, Birmingham – Habis sudah harapan tunggal putra Indonesia di turnamen bulu tangkis All England di Birmingham Inggris. Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di nomor tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito, tersingkir di babak kedua, Kamis (12/3).

Vito takluk dari Rasmus Gemke (Denmark) dalam pertarungan ketat. Gemke unggul 21-18, 13-21, dan 21-19. Gemke di babak pertama juga menggusur wakil Indonesia unggulan ke-4, Anthony Sinisuka Ginting.

Rontoknya seluruh tunggal putra Indonesia di babak kedua ini merupakan hasil terburuk yang diukir Indonesia. Tiga tunggal putra Indonesia lainnya (Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Tommy Sugiarto) sudah bertumbangan di babak pertama.

Tak pernah tunggal putra Indonesia membuat prestasi sejelek ini. Padahal sejarah tunggal putra Indonesia di All England tergolong istimewa.

Total ada 15 gelar juara tunggal putra dipersembahkan oleh anak-anak bangsa. Masing-masing oleh Rudy Hartono (8 kali), Liem Swie King (3 kali), Hariyanto Arbi (2 kali), dan Tan Joe Hok serta Ardy B Wiranata satu kali.

Joe Hok merupakan wakil pertama kali yang merebut gelar tunggal putra di All England pada 1959. Kali pertama Joe Hok menjajal All England langsung menyabet gelar juara. Sedangkan persembahan gelar tunggal putra terakhir diraih Hariyanto Arbi pada 1994.

Dengan demikian, praktis mahkota gelar tunggal putra tak pernah mampir lagi ke Indonesia sejak 26 tahun lalu. Dahaga gelar tunggah putra ini ternyata masih berlanjut sampai sekarang. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here