Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Makassar Wacanakan Lockdown 

Anggota TNI menyiapkan tenda posko siaga Covid-19 di halaman Rumah Sakit Pelamonia, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/3/2020). Foto: Antara/Abriawan Abhe

Idonesiainside.id, Makassar – Jumlah kasus positif Covid-19 di Makassar terus meningkat. Berdasarkan data per Kamis (26/03), tercatat sebanyak 22 pasien positif Covid-19. Jumlah tersebut tertinggi di wilayah Sulawesi Selatan.

Jika angka tersebut terus bergerak naik, Pemerintah Kota Makassar siap melakukan lockdown agar penyebarannya tidak semakin parah. Terlebih lagi Kota Makassar merupakan pusat kota di Sulsel serta hub Indonesia Timur. Opsi pahit lockdown menjadi sebuah keharusan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan, jika terjadi lonjakan yang signifikan, bisa saja pemerintah Kota Makassar memberlakukan lockdown, baik secara parsial atau secara keseluruhan. Menurut dia, Makassar adalah daerah transit baik dari wilayah timur Indonesia ke wilayah barat, atau sebaliknya. Begitu juga yang melewati jalur darat, laut atau udara.

Kendati demikian, kebijakan lockdown harus seizin Gubernur Sulsel dan Pemerintah Pusat. Ada banyak pertimbangan yang mesti disiapkan, baik itu langkah strategi atau antisipasi, kesiapan stok pangan, dan lainnya.

“Kebijakan lockdown, baik parsial atau keseluruhan tentunya tetap harus dikonsultasikan ke Pemerintah Provinsi dan Pusat,” jelasnya.

Untuk sementara waktu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta pemerintah Kota Makassar mengumumkan kepada seluruh agar tidak pulang kampung. “Semua berdiam diri dulu di Makassar, tinggal di rumah. Kita tidak tahu statusnya seperti apa, apakah OPD, PDP atau positif. Makanya jauh lebih aman jika di Makassar saja dulu, termasuk pula yang akan ke Makassar agar ditahan dulu hingga situasi kondusif,” katanya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here