Tutup Semua Akses, Sembako Aman, Bupati Pemberani Ini Lockdown Wilayahnya?

Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak memberikan keterangan terkait penutupan akses keluar masuk ke wilayah Mamberamo Tengah, Kamis(26/3/). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jayapura – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, menutup semua akses keluar masuk ke wilayah itu sebagai upaya nyata mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Langkah Pemerintah Provinsi Papua untuk menutup akses keluar masuk dari dan keluar Papua melalui transportasi udara dan laut untuk mencegah virus Corona diikuti pula Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah.

Kepastian ditutupnya akses jalan masuk ke Mamberamo Tengah selama dua pekan,”ungkap Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, di tengah sosialisasi virus Corona dan pembagian masker gratis di Distrik Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah, Kamis(26/3).

Ia mengatakan, sesuai saran dan perintah Gubernur Papua Lukas Enembe dan atas dasar kesepakatan bersama, Pangdam, Kapolda, Ketua MRP, DPRP, para Bupati dan Wali Kota.

“Mulai hari ini jalur penerbangan udara maupun laut ditutup serentak. Dan Kami Mamberamo Tengah mengikuti perintah itu,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP), mulai Jumat ( 27/3) jalur darat Kobakma-Wamena dan Kelila-Wamena,Eragayam-Wamena resmi ditutup.

“Dengan penutupan akses jalan darat dari maupun keluar Mamberamo Tengah, maka untuk sementara masyarakat dikarantina agar tidak terjangkit virus Corona,” ucapnya.

Agar penutupan jalan darat dari maupun keluar Mamberamo Tengah ini efektif, menurut Bupati Ricky Ham Pagawak, tentu Pemkab Mamberamo Tengah akan bekerja sama dengan pihak aparat keamanan, baik TNI dan POLRI.

“Kami bersama-sama menjaga ini didaerah perbatasan dengan mendirikan pos yang dijaga anggota TNI-POLRI maupun Satpol PP,” tambahnya.

Menurut bupati dua periode ini, walau akses jalan darat ditutup, namun mobilisasi barang seperti sembilan bahan pokok (sembako) maupun peralatan bangunan untuk pembangunan fisik tetap berjalan.

Hal ini dimaksudkan, lanjutnya, agar kebutuhan masyarakat akan sembako maupun pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

”Kami pastikan sembako di Mamberamo Tengah tetap aman, dan untuk pasokannya tetap berjalan seperti biasanya. Ini akan diawasi oleh aparat keamanan,” katanya.

Selain pengawasan yang ketat oleh aparat keamanan, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan akan melakukan penyemprotan terhadap barang-barang yang masuk.

Bupati memastikan, pemerintah daerah akan menyiapkan kebutuhan pangan seperti beras, mie instan, telur bagi warganya selama isolasi dua minggu ke depan.

Dengan penutupan jalan masuk maupun keluar ke Wamena-Kobakma, Wamena-Kelila dan Wamena-Eragayam, lanjut Ricky Ham Pagawak,maka masyarakat diminta untuk taat atas keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah.

“Apa yang dilakukan pemerintah adalah demi kepentingan rakyat banyak,”tegas Bupati Ricky Ham Pagawak.

Menurutnya, pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga rakyatnya dari penyebaran virus Corona ini.

Dan penutupan akses jalan masuk ke Mamberamo Tengah merupakan salah satu langkah, selain sosialisasi bahaya virus corona, dan pembagian masker langsung di 5 distrik yang ada di kabupaten Mamberamo Tengah.

Bupati Ricky Ham Pagawak menegaskan, jika ada yang melanggarnya, apalagi seorang PNS sebagai aparatur negara, maka diambil tindakan yang tegas.

“Sebelumnya, saya sudah ingatkan, bagi PNS yang keluar Papua, apalagi dia seorang pejabat, jika hari itu dia keluar Papua, maka hari itu juga dia di copot,” imbuhnya.(EP/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here