Hanya Terima 90 Biji Rapid Test, Untuk Masyarakat Temanggung Nanti Dulu Yaa..

Rapid test virus corona. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Temanggung – Bupati Temanggung meminta masyarakatnya waspada penularan virus corona. Masyarakat diminta segera melapor ke Gugus Tugas Penanganan COVID-19 kalau mengetahui ada warga yang mengalami gejala sakit seperti demam, radang tenggorokan, sesak napas, dan batuk-batuk.

Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan karena alat rapid test untuk massal belum tersedia seiring terbatasnya bantuan alat tes cepat virus corona ini.

“Masyarakat saya imbau tetap saling menjaga jarak, tidak usah berkumpul-kumpul, pertemuan-pertemuan harus dihindarkan,” kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq di Temanggung, Sabtu(4/4).

Hal ini karena, Pemkab Temanggung hanya menerima bantuan 90 alat tes cepat untuk mendeteksi infeksi virus corona. Itu pun sudah dibagi, masing-masing 20 unit untuk RSUD Temanggung serta 70 unit untuk puskesmas dan rumah sakit swasta.

“Jadi sekarang semua rapid test (tes cepat) tersebut untuk tenaga medis,” sambungnya.

Sementara untuk masyarakat umum menunggu persediaan dari Dinas Kesehatan Provinsi.  “Sedangkan untuk masyarakat tergantung persediaan rapid test dari Dinkes provinsi. Kalau mencukupi kita lakukan, tetapi kalau tidak mencukupi tenaga medis yang kita dahulukan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Temanggung juga telah mendistribusikan 3.000 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas yang bertugas menangani kasus Covid-19.

“Alat pelindung diri tersebut telah datang pada akhir Maret 2020 dan sudah dibagikan ke rumah sakit maupun puskesmas oleh Dinas Kesehatan,” kata

Ia mengatakan bahwa tambahan APD tersebut untuk sementara bisa mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan terkait penanggulangan penularan virus corona.

Di Temanggung saat ini tercatat ada tiga warga positif COVID-18, satu dirawat di RSUD Temanggung dan dua lainnya dirawat di rumah sakit di Magelang.

“Di seluruh Kabupaten Temanggung untuk setiap pendatang, baik itu pemudik maupun orang yang datang dari luar kota untuk dilakukan karantina di desa masing-masing selama 14 hari sebelum yang bersangkutan dibolehkan berinteraksi dengan masyarakat di desa tersebut guna mengantisipasi penularan virus corona,” ujarnya.(EP/ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here