Kudus: Silakan Shalat Idul Fitri di Masjid

Jamaah melaksanakan salat subuh di Masjid Mevlana, dengan menjaga jarak fisik, di Berlin, Jerman, Sabtu (9/5/2020). Agensi Anadolu/Abdulhamid Hoşbaş

Indonesiainside.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memilih kebijakan berbeda terkait penyelenggaraan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah. Hal ini bertentangan dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia Kudus (MUI) yang meminta warga melaksanakan ibadah di rumah saja.

Pemkab mengizinkan warga menggelar Shalat Idul Fitri di masjid dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sebagai antisipasi terhadap potensi penularan penyakit virus corona jenis baru (Covid-19).

“Silakan menggelar Shalat Idul Fitri di masjid, tetapi jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan, mulai dari menyediakan tempat cuci tangan memakai sabun, petugas jaga mengecek suhu tubuh serta memastikan semua jamaah memakai masker,” kata Pelaksana Tugas Bupati Kudus M. Hartopo di Kudus, Rabu(20/5).

Ia juga mengingatkan pengurus masjid untuk memastikan bahwa jarak saf antarjamaah juga dipastikan dibuat berjarak aman agar tidak mudah terjadi kontak antarjamaah guna mencegah penularan virus corona.

Terkait hal itu, dia juga menginstruksikan jajarannya, mulai dari camat untuk melakukan monitoring pelaksanaan Shalat Ied di masyarakat apakah sudah menerapkan protokol kesehatan atau belum.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Kudus Suudi memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah itu untuk menggelar Shalat Idul Fitri di rumah untuk mencegah penularan maupun penyebaran virus corona.

“Kalaupun di lingkungannya benar-benar aman dan bukan termasuk zona merah dan ingin menggelar Shalat Idul Fitri di masjid, tentunya harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here