Maria Pauline Lumowa Tiba di Bandara Soetta

Maria Pauline Lumowa Direktur PT Gramarindo Group yang menjadi buron kasus LC Fiktif Bank BNI. Foto: Kemenkumham

Indonesiainside.id, Jakarta – Buronan kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta,Tangerang, Kamis (9/7). Maria dibekuk oleh NCB Interpol di Serbia kemudian diekstradisi oleh Indonesia.

Berdasarkan tayangan stasiun televisi swasta, Maria tampak turun dengan menggunakan armada pesawat Garuda Indonesia pada sekitar pukul 10.47 WIB.

Maria sudah 17 tahun menjadi buron karena membobol bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Maria tampak mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan terikat dan menggunakan masker dengan didampingi oleh seorang petugas dari Kementerian Hukum dan HAM.

Maria tampak didampingi seorang polisi berseragam bersama petugas Bareskrim Polri, dan petugas Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

“Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia,” kata Yasonna Laoly, Rabu(8/7).

Kasus pembobolan ini tidak hanya dilakukan oleh Maria sendiri. Dalam wawancaranya dengan majalah Tempo, edisi 21 Desember 2003, Maria Pauline sempat menyatakan bahwa semua diatur BNI sendiri. Maria menyatakan bahwa dirinya hanya butuh kredit Rp40 miliar untuk proyek marmernya di Kupang (PT Gramarindo Group, perusahaan milik Maria).

Dalam kesempatan yang sama, Maria juga menceritakan bahwa keterlibatan dalam kasus BNI berawal ketika ia diperkenalkan dengan Edy Santoso, Manajer Nasabah Internasional BNI Kebayoran Baru oleh Aprilla Widharta (salah satu tersangka). Dalam perjalanannya terungkap bahwa Edy kesulitan menagih beberapa L/C yang sudah jatuh tempo, termasuk dari John Hamenda dan Rudy Sutopo.

Saat itu, masih cerita Maria, Edy Santoso menyarankan suatu skema pendanaan untuk membereskan L/C yang macet itu.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here