Cambridge Central Mosque, Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

Cambridge Central Mosque

Indonesiainside.id, London – Cambridge Central Mosque, secara resmi dibuka pada 5 Desember 2019 lalu. Dengan desain arsitekturnya yang menakjubkan, ribuan jamaah yang pernah mengunjunginya pasti akan terkagum-kagum dan selalu ingin kembali.

Masjid ramah lingkungan pertama di Eropa ini melayani 6.000 anggota komunitas Muslim di Cambridge, dan sepenuhnya dibiayai oleh donasi dari sejumlah dermawan global.  Bertujuan untuk catatan nol-karbon, masjid di wilayah Mill Road itu mengoperasikan panel surya, perangkat pompa pemanas tenaga udara dan insulasi kedap udara, langkah-langkah penghematan air, dan pemakaian sejumlah fitur berbahan kayu.

“Komunitas Muslim Cambridge, yang menyatukan penduduk setempat dari lebih dari 70 kelompok etnis yang berbeda, senang bahwa mimpi lama untuk mendirikan lingkungan Masjid yang ekologis dan yang bertanggung jawab, menjadi kenyataan sejak Desember lalu,” kata para komisaris dari Cambridge Mosque Trust, badan amal yang merawat masjid.

“Kami berterima kasih kepada semua sponsor, kepada penduduk setempat, dan kepada semua yang menunjukkan kesabaran selama 10 tahun terakhir sementara kami merencanakan dan membangun proyek ambisius ini ke kaki langit Cambridge. Kami yakin bahwa simbolisme harmoni antara Timur dan Barat akan memimpin pusat perdamaian, doa, dan saling pengertian,” tambah para komisaris.

Cambridge Mosque Trust (CMT), didirikan pada 2008 lalu oleh akademisi Cambridge Dr Tim Winter dan Yusuf Islam. Lembaga ini didirikan untuk mengelola perencanaan, desain, dan pembangunan masjid baru. Alasannya bahwa Masjid Abu Bakar di Mawson Road di Petersfield, Cambridge, terlalu kecil untuk pertumbuhan populasi Muslim di wilayah itu.

CMT adalah badan amal terdaftar dan usaha bersama antara Muslim Academic Trust (MAT), Yayasan Diyanet dari Inggris, dan Masyarakat Kesejahteraan Muslim Cambridge (CMWS). Kredensial ramah lingkungan dari masjid modern ini terlihat jelas di sejumlah fitur dan perangkatnya.

Ventilasi udara disuplai melalui roof light dan kisi-kisi, yang dikombinasikan dengan pompa pemanas tenaga udara dan insulasi kedap udara, yang secara alami mengatur kualitas udara. Selain itu, 20 persen dari penggunaan energi dari masjid itu disuplai oleh panel surya di atap, dan air hujan ditampung agar digunakan kembali untuk menyiram toilet dan menyirami taman.

Di atrium dan ruang shalat utama, berderet pilar penopang atap dari kayu, yang berbentuk seperti pohon dengan cabang-cabang yang didesain sedemikian rupa sehingga tampak indah. Desainnya menggabungkan 16 tiang kayu di tempat perlindungan dalam, yang terbuka untuk menopang atap.

Pilar-pilar tersebut terbuat dari kayu pohon cemara berlaminasi silang, yang bersumber di hutan yang dikelola secara berkelanjutan di Eropa Tengah, diolah di Swiss, dan dirakit di lokasi masjid, di Cambridge. Sebuah perangkat sensor juga dipasang, untuk mendeteksi perbedaan intensitas cahaya, untuk meredupkan lampu secara otomatis. Lampu yang digunakan adalah jenis hemat energi.

Masjid juga dipasag  kaca khusus juga membantu untuk menjaga suhu ruangan. Fitur hemat air yang diakses melalui kontrol sensor, dipasang ke dalam area wudhu.

Masjid ini juga dipandang sebagai kemenangan hasil kerjasama internasional. Direncanakan oleh Muslim Cambridge, dirancang oleh arsitek Inggris, dan dibiayai oleh para pemangku kepentingan Turki, dibangun oleh kontraktor Irlandia menggunakan komponen kayu buatan Swiss, dan marmer Spanyol. Konsultan properti Cambridge, Bidwells membantu mengelola proses tersebut.

Masjid yang dinamai Proyek Budaya dan Kenyamanan itu, memperoleh penghargaan regional dari Royal Town Planning Institute, karena memenangkan hadiah kategori Sektor Pendidikan dan Sektor Publik di Wood Award, dan dinilai sebagai Komunitas dan Iman Terbaik di British Construction Industry Awards.

Sebuah konsorsium badan-badan pemerintah di Turki adalah donor utama untuk masjid tersebut, bersama dengan sebuah perusahaan swasta Turki dan Dana Nasional Qatar. Yayasan Turkiye Diyanet, bergabung dengan MAT dan CMWS untuk membantu menyelesaikan proyek. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here