PDIP Minta Kemenhan Tidak Beli Pesawat Tempur Eurofighter Typhoone Bekas

Eurofighter Typhoon

Indonesiainside.id, Jakarta – DPR mengkritik rencana Kementerian Pertahanan untuk membeli 15 pesawat Eurofighter Typhoone bekas dari Pemerintah Austria. Anggota Komisi I DPR Effendi Muara Sakti Simbolon meminta Kementerian Pertahanan untuk tidak lagi membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas sebab saat ini kondisi alutsista TNI sangat memperihatinkan.

Politisi PDI perjuangan ini juga meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjelaskan rencana strategis (renstra) pemerintah dalam memperbaharui alutsista TNI.

“Seperti apa gambaran renstra pertahanan kita ke depan, apakah mengacu ke Angkatan Darat, atau Angkatan Darat yang berbasis teknologi, kita tidak pernah dengar dari dia,” kata Effendi kepada Anadolu Agency melalui sambungan telepon.

Indonesia berencana membeli pesawat tempur Eurofighter Typhoon bekas sebanyak 15 unit dari pemerintah Austria. Rencana pembelian ini muncul dari beredarnya surat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner tertanggal 10 Juli 2020 lalu.

Dalam surat tersebut, Prabowo mengatakan 15 unit pesawat Eurofighter Typhoon yang dibeli Austria pada 2002 lalu untuk memenuhi kebutuhan militer Indonesia dalam melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Dia pun menjelaskan bahwa dirinya sangat terkesan dengan teknologi alutsista yang dimiliki oleh negara-negara Eropa. Prabowo berharap dengan usulan rencana pembelian tersebut akan menguntungkan kedua negara.

Sebelumnya, 15 unit pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang dibeli Austria dari Airbus pada 2003 lalu diwarnai masalah dugaan skandal suap.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here