Satgas Covid-19: Hampir Seluruh Wilayah DKI Jakarta Kembali ke Zona Merah

Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay

Indonesiainside.id, Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan hampir seluruh wilayah di DKI Jakarta kembali menjadi zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menuturkan hanya Kepulauan Seribu yang masih masuk kategori zona kuning atau berisiko rendah.

Wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur kini menjadi zona merah.

Menurut Wiku, hal ini disebabkan oleh peningkatan kasus di DKI Jakarta pada sepekan terakhir.

Satgas Covid-19 mencatat jumlah kasus positif meningkat dari 1.880 kasus pada minggu sebelumnya menjadi 2.679 kasus pada sepekan terakhir.

“Ini peningkatan kasus yang cukup pesat. Harus kita cermati bersama,” kata Wiku dalam telekonferensi di Graha BNPB, Jakarta, Selasa(28/7).

Kepulauan Seribu yang hingga pertengahan Juni lalu tidak memiliki kasus positif, kini juga telah terdampak dan menjadi zona kuning.

Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang dua minggu lalu sempat membaik menjadi zona oranye (berisiko sedang), kini justru kembali menjadi zona merah yang berisiko tinggi.

Wiku menuturkan sebanyak 80 persen pasien yang terinfeksi di DKI Jakarta berasal dari kalangan produktif dengan rentang usia 18-59 tahun.

Sedangkan 80 persen kasus meninggal berasal dari kelompok usia di atas 45 tahun.

“Artinya, penularan justru banyak terjadi di kelompok usia produktif, sedangkan korban meninggal justru pada usia lanjut,” kata Wiku.

Meski demikian, DKI Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah tes tertinggi di Indonesia dan telah melampaui standar minimum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

DKI Jakarta telah memasuki masa transisi dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 5 Juni 2020.

Pemerintah kembali mengizinkan aktivitas perkantoran, membuka tempat ibadah, pusat perbelanjaan, dan sejumlah taman rekreasi.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kasus Covid-19 di perkantoran juga meningkat selama masa transisi.

Setidaknya ada total 440 kasus dari 68 klaster di perkantoran DKI Jakarta hingga Senin malam.

Menurut Dinas Kesehatan, pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau sebelum 4 Juni 2020 hanya ada 43 kasus positif Covid-19.

Setelah pemerintah melonggarkan PSBB dan mengizinkan perkantoran beraktivitas, telah ditemukan 397 kasus baru.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here