Klaster Perkantoran di Jakarta Sangat Ganas, Disarankan WFH Kembali Dijalankan

Salah satu pekerja perkantoran di tengah ancaman Covid-19. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan kasus positif Covid-19 di perkantoran bertambah sembilan kali lipat pada masa transisi dibandingkan pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

“Kami menyarankan perusahaan untuk menerapkan sistem kerja dari rumah jika memungkinkan,” kata Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah, Rabu(29/7).

Menurut Dewi, ada 459 kasus positif Covid-19 dari 90 klaster perkantoran di ibu kota sejak masa transisi berlaku pada 4 Juni 2020. Hal ini menunjukkan klaster perkantoran sangat ganas dan harus diwaspadai jika ingin kasus tidak membengkak.

Sementara pada masa PSBB, Satgas Covid-19 mencatat hanya ada 43 kasus positif di perkantoran.

Namun secara keseluruhan, kantor hanya menyumbang 3,6 persen kasus positif dari keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di DKI Jakarta sejak masa transisi.

“Jadi ada penambahan 416 kasus (sejak masa transisi), sembilan kali lebih tinggi,” kata Dewi melalui telekonfernsi di Graha BNPB, Jakarta.

“Kalau melihat kondisi saat ini, perusahaan yang bisa menerapkan WFH (work from home) lebih baik WFH. Kalau pun harus masuk, maksimal 50 persen karyawan saja,” lanjut dia.

Satgas Covid-19 juga menyarankan agar perusahaan secara ketat menerapkan protokol kesehatan, membagi jam kerja karyawan agar tidak terjadi penumpukan, serta memastikan sirkulasi udara di ruangan kantor berjalan baik.

“Penyemprotan disinfektan juga bisa dilakukan secara berkala, misalnya seminggu dua kali sehingga ada upaya dari kantor untuk memastikan wilayahnya steril,” tutur Dewi.

Klaster perkantoran yang teridentifikasi didominasi oleh kantor di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni 141 kasus dari 34 klaster. Kementerian menyumbang 139 kasus dari 20 klaster Covid-19.

Selebihnya, kasus Covid-19 juga ditemukan di sejumlah kantor lembaga, kepolisian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga kantor swasta.

Dewi menuturkan penularan di kantor bisa terjadi di dalam ruangan kantor, maupun dibawa oleh salah satu pekerja yang sebelumnya terinfeksi di tempat lain seperti rumah, kendaraan umum, dan lain-lain.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here