Menitip Doa kepada 1.000 Jamaah Haji yang Wukuf di Arafah

Jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah di Arafah. Foto : Net

Biasanya, pada prosesi haji secara normal, Padang Arafah sudah dipadati jamaah haji sejak sore atau menjelang magrib pada malam pelaksanaan wukuf pada setiap tanggal 9 Zulhijjah. Bagaimana pada tahun ini?

Hari Arafah jatuh pada Kamis, 30 Juli 2020, esok hari. Namun berbeda dengan tahun-tahun lalu, tahun ini adalah pelaksanaan haji istimewa karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Jumlah jamaah haji pun merosot tajam dari rata-rata sekitar 2,5 juta jamaah menjadi hanya 1.000 jamaah haji karena pembatasan sosial akibat Covid-19.

Semula, memang dikabarkan ada sekitar 10.000 calon jamaah haji yang akan berhaji tahun ini. Namun pada pelaksanaannya, ternyata hanya ada sekitar 1.000 jamaah haji yang dilaporkan dari berbagai media internasional dan media lokal Arab Saudi.

Proses haji pun tidak dilaksanakan sebagaimana biasanya. Bisa jadi, malam ini di Arafah masih sepi karena sebanyak 1.000 jamaah yang dibolehkan berhaji, semuanya berkumpul di Mina. Esok harinya, bertepatan pada Kamis, 9 Zulhijjah, baru bergerak menuju Arafah untuk wukuf.

Haji tahun ini memang luar biasa. Jamaah yang dizinkan berhaji pun adalah orang-orang istimewa. Hanya mereka yang telah menjalani proses seleksi ketat yang bisa berhaji sebanyak 1.000 orang. Mereka pun diharuskan melalui masa isolasi diri sebelum tiba di Kota Makkah.

“Haji pada tahun 2020 adalah ziarah yang benar-benar luar biasa dengan semua tindakan,” kata Menteri Haji dan Umrah Muhammad Saleh bin Taher Benten, menurut pernyataan oleh kementerian media kerajaan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here