Lengkap: Khotbah Wukuf di Padang Arafah 9 Zulhijjah 1441

Foto: @haramaininfo

Wukuf di Arafah telah berlalu. Kemudian, sekitar 10.000 jamaah haji yang terpilih menunaikan ibadah haji bergerak ke Muzdalifah untuk mabit hingga lewat tengah malam, lalu menuju Mina untuk melontar jumrah.

Demikianlah syariat haji dilakukan dalam setiap tahun. Bedanya pada tahun ini, hanya kuantitas jamaah dikurangi dari rata-rata 2,5 juta orang menjadi 10.000 jamaah saja.

Wukuf di Arafah patut menjadi catatan penting sejarah, di mana hanyalah pada momentum kali ini saja jamaah haji tidak berjubel. Karena itu pula, Khotbah Wukuf sangat layak diketahui bersama, direnungkan, dicatat, dan disebarluaskan kepada khalayak umat Islam sedunia.

Khotbah wukuf di Arafah ini juga memberitahukan kepada khalayak umat manusia tentang esensi dan ajaran Islam. Maka, dari sudut mana lagi Islam harus dibenci?

Khotbah wukuf di Arafah disampaikan oleh Syekh Abdullah Bin Suleiman Al-Manea, anggota Dewan Cendekiawan Senior dan Penasihat di Kerajaan Arab Saudi. Khotbah ini diterjemahkan oleh wartawan Indonesiainside.id, Maulana Rozhandy, dari Saudigazette.com.sa.

Berikut isi khotbah wukuf, pada 9 Zulhijjah, bertepatan pada Kamis (30/7) di Padang Arafah, Makkah:

Ajaran Islam sangat jelas mengatur kesehatan dan kesejahteraan fisik, menjaga kebersihan diri sendiri serta menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, dengan terjadinya penyebaran Covid-19 secara global, ajaran mulia ini menyerukan ummatnya agar melindungi masyarakat dari penularan virus corona jenis baru tersebut.

Dalam Al-Qur’an, Surah al-Maidah ayat 6, Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Tentang kebersihan pada pakaian, Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-Muddatstsir Ayat 4:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Artinya: Dan pakaianmu bersihkanlah.

Allah SWT juga memberi tahu kepada kita, bahwa Nabi Ibrahim berkata: “Dan ketika aku sakit, Allahlah yang menyembuhkan aku”.

Dalam Al-Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 80:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.

Selain itu, Allah menggambarkan Nabi-Nya Muhammad SAW dengan berfirman, “Dia akan mengizinkan hal-hal yang bermanfaat bagi umat, dan melarang umat dari semua hal yang menjijikkan”.

Selanjutnya, Nabi berkata: “Hamba-hamba Allah, mencari obat untuk penyakit karena tidak ada penyakit yang tidak memiliki obat.” dan juga, “Jangan menempatkan orang yang sakit dengan orang yang sehat.”

Hadits Nabi SAW: “Jika kamu mendengar ada wabah di suatu wilayah, janganlah kamu memasuki wilayah itu; dan jika wabah menyebar di tempat di mana kamu berada, maka jangan tinggalkan wilayah itu.”

Hadits tersebut melarang ummat bepergian dari satu lokasi ke lokasi lain pada saat ada penyakit yang sangat menular menyebar. Maka pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah jamaah yang melakukan haji tahun ini.

Hal ini memungkinkan ibadah haji untuk tetap dilakukan sambil mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga jarak sosial.

Tindakan pencegahan dilakukan untuk melindungi kehidupan dari kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh pandemi ini, dan juga untuk mengaktualisasikan ajaran Islam yang berkaitan dengan melindungi kehidupan manusia dengan izin Allah SWT.

Rasa terima kasih yang mendalam juga diberikan kepada semua Muslim atas tanggapan positif mereka untuk mematuhi peraturan kehati-hatian yang diterapkan di Makkah dan Madinah untuk melindungi orang-orang dari dampak potensial dari pandemi saat ini.

Kami juga berdoa semoga Allah SWT memberi penghargaan kepada Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman serta Putra Mahkota Muhammad Bin Salman, dan semua individu dari kepemimpinan bangsa dan pemerintah, atas upaya yang mereka keluarkan untuk melayani dan melindungi Dua Masjid Suci.

Ya Allah, berkati upaya mereka, beri mereka imbalan, dan lindungi mereka dari semua bahaya dan terhadap semua orang yang menginginkan mereka sakit.

Islam mengatur berbagai arahan termasuk yang berkaitan dengan pemerintahan dan keamanan. Islam menyerukan langkah-langkah yang menjamin keamanan dan stabilitas umat dan wilayah mereka, dan yang memungkinkan umat untuk melakukan semua tugas mereka dan juga mengajarkan kita untuk melindungi hak-hak orang, melestarikan kehidupan mereka, dan melindungi properti mereka.

Ajaran Islam melindungi hak-hak orang, melestarikan kehidupan mereka, dan melindungi properti mereka. Islam melarang pelanggaran terhadap orang lain, atau memperluas kerusakan pada mereka. Islam juga melarang menghasut masalah, mendukung terorisme, dan menyebarkan korupsi di mana saja di dunia ini. Islam mendorong umat menjauhi jalur apa pun yang mengarah ke perselisihan, dan menekankan untuk tidak menjadi mangsa lawan yang mengintai dan mencari peluang untuk menyerang.

Islam juga mewajibkan kepatuhan terhadap peraturan resmi, dan kepatuhan kepada para pemimpin yang berwenang dalam segala hal, yang tidak bertentangan dengan aturan Allah.

Islam memerintahkan keadilan, menghasilkan kebaikan keseluruhan terbesar, menghindari semua yang tidak menguntungkan, mencapai kesepakatan di antara orang-orang, dan berjuang untuk perbaikan.

Ummat Islam harus patuh dan bertakwa Allah SWT, dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bertakwa adalah instruksi yang diberikan Allah SWT kepada semua umat manusia.

Allah SWT berfirman, “Kami pasti memerintahkan orang-orang dari kitab suci sebelum kamu, serta kamu sendiri, untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Namun, jika kamu menolak untuk menerima kebenaran dari Allah SWT, kamu tidak akan membahayakan Dia dengan cara apa pun.”

Komponen terpenting dari takwa adalah tauhid: dengan tulus mengabdikan semua ibadah hanya kepada Allah SWT. Dengan demikian, tidak ada doa, permohonan, pengorbanan, sumpah, atau bentuk ibadah lainnya yang tidak ditujukan kepada selain Allah SWT.

Komponen lain dari takwa adalah bertahan melalui kesulitan. Allah SWT berfirman: “Mereka dengan sabar bertahan melalui kemiskinan dan penyakit yang ekstrem, serta pada saat pertempuran. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat itu adalah orang-orang yang setia kepada Allah SWT, dan mereka adalah orang-orang yang mematuhi takwa.”

Kesulitan (seperti wabah Covid-19) membuat hamba Allah SWT mengingat banyak kebaikan dan berkah yang diberikan Allah SWT kepadanya. Allah SWTberfirman: “Dan jika kamu berusaha untuk menyebutkan rahmat Allah SWT, kamu akan tetap tidak dapat melakukannya. Allah SWT benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.”

Kesulitan akan menuntun seorang hamba Allah untuk mengenali kemampuan Tuhannya yang tak terbatas, dan kemudian kembali kepada Tuhannya dengan kerendahan hati, penyesalan, dan harapan.

Kesulitan akan mengingatkan umat manusia tentang akhirat dan mendorong mereka untuk mempersiapkan tempat tinggal di surga yang tidak mengandung kesulitan atau kesedihan.

Kesengsaraan dunia ini berfungsi sebagai ujian bagi umat manusia, dan memungkinkan mereka yang bersabar dibedakan dari mereka yang tidak sabar.

Namun, betapa pun sulitnya keadaan di dunia ini, kesulitan itu tidak bertahan selamanya. Rahmat Allah SWT selalu lebih luas, dan keluasan yang Dia berikan selalu dekat.

Allah SWT berjanji akan memberikan keluasan dan kemudahan. Kesulitan yang dihadapi dalam kehidupan ini membuka berbagai pintu untuk taat kepada Allah SWT, dengan berharap untuk mencapai pahala-Nya karena mengambil langkah-langkah untuk mencegah bahaya sebelum terjadi, serta untuk berusaha mengatasinya, ketika berada dalam bahay.

Ajaran yang diberkati Islam menetapkan sejumlah arahan yang bertujuan untuk mencapai hasil tersebut. Misalnya, ada arahan yang Allah SWT tetapkan untuk mengatasi kesulitan yang bersifat ekonomi dan finansial, sehingga dapat menghadirkan kehidupan yang bermartabat bagi masyarakat luas. Ajaran Islam mendorong penghasilan, mendorong produktivitas, mendorong melakukan pekerjaan, dan mendukung perdagangan.

Menurut ajaran Islam, aturan baku tentang perdagangan diperbolehkan; dan Islam hanya melarang hal-hal seperti riba, penipuan, dan ketidakjujuran dalam transaksi. Ajaran Islam menetapkan bahwa properti publik dan pribadi dilindungi, bahwa perjanjian dihormati, dan persyaratan yang ditetapkan dipenuhi.

Ajaran Islam memberi perintah untuk kerja sama komersial dan pertukaran; Islam meresepkan penyelesaian utang, serta mendokumentasikan kewajiban dan tanggung jawab; Islam memperingatkan terhadap pemborosan; Islam wajib memberi sedekah dan infaq kepada yang membutuhkan; dan islam mendorong bersedekah selama masa kesulitan dan kesusahan.

Ada juga arahan yang ditentukan untuk melindungi masyarakat, serta menyelesaikan masalah sosial dan psikologis. Ajaran Islam memerintahkan untuk memperlakukan orang tua dengan baik, menjalin ikatan kekerabatan, dan membesarkan anak-anak dengan benar; Islam menumbuhkan kerukunan, kebersamaan, dan solidaritas sosial; Islam memberi hak pasangan masing-masing yang harus dipenuhi oleh yang lain; dan Islam melindungi hak-hak setiap manusia baik pria, wanita, anak, orang tua, muda, berbadan sehat, atau dengan kebutuhan khusus.

Ajaran Islam menganjurkan memberikan pertimbangan pada perasaan orang lain, mendukung orang lain selama masa-masa sulit mereka, mengamati perilaku yang sehat, dan menggunakan kata-kata baik saat berbicara.

Islam mendorong promosi cinta, harmoni, dan kerja sama di antara umat.
Bimbingan dan arahan yang diberikan Allah SWT kepada kamu tentu sangat mengagumkan. Sungguh, Allah SWT maha mendengar dan maha melihat semuanya.

Dalam haji tahun ini, kami menegaskan kembali bahwa adalah suatu keharusan bagi jamaah, serta semua orang yang membantu mereka, untuk mematuhi peraturan kehati-hatian yang diterapkan. Ini harus dilakukan untuk keselamatan mereka sendiri.

Kepada umat beriman, bahwa sarana terbesar untuk mendapatkan berkah dan pertolongan Allah SWT adalah doa. Allah SWT sendiri berjanji untuk mengabulkan mereka yang memohon kepada-Nya.

Ya Allah.
Singkirkan pandemi yang kami hadapi, sembuhkan yang sakit, dan memungkinkan para peneliti dan mereka yang bekerja di bidang medis untuk mengembangkan perawatan untuk penyakit ini.

Ya Allah.
Berikan kelimpahan nikmat-Mu kepada hamba-Mu, dan perkaya mereka dari karunia-Mu.

Ya Allah
Taburkan benih cinta dan pertalian di antara hamba-hamba-Mu; dan memungkinkan mereka untuk bekerja sama dalam memenuhi perintah-Mu dan menghindari larangan-larangan-Mu, bukan dalam melakukan dosa atau pelanggaran. (Aza/saudigazette)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here