Keturunan Bani Shaiba, Generasi Pemegang Kunci Ka’bah sejak 16 Abad Lalu

Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal menyerahkan Kiswa. (Arabnews)

Indonesiainside.id, Makkah – Ada lebih dari 110 tokoh penjaga Ka’bah yang dihormati, melalui sejarah dengan pemeliharaan Masjidil Haram. Tradisi berabad-abad tersebut diwariskan dari generasi ke generasi.

Penjaga Ka’bah, keturunan Bani Shaiba, mendapat kehormatan memegang kunci Ka’bah Suci selama 16 abad lamanya.  Keturunan Bani Shaiba penjaga Ka’bah saat ini, merupakan keturunan Qusai bin Kilab bin Murrah, yang merawat Ka’bah pada masa sebelum datangnya Islam. Kepada merekalah Nabi Muhammad SAW mengembalikan kunci Ka’bah setelah penaklukan kota suci Makkah.

Merawat Ka’bah adalah profesi turun temurun, yang terdiri dari membuka, menutup, membersihkan, mencuci, membungkus, dan memperbaiki kiswa ini jika rusak.
Mencuci Ka’bah dilakukan dengan menggunakan Zamzam dan air mawar.

Keempat dindingnya diseka dan dicuci dengan air wangi dan tak lupa doa dipanjatkan.
“Kakek kami, Qusai bin Kilab, yang juga kakek Nabi Muhammad SAW, bertanggung jawab atas pemeliharaan Ka’bah, yang menyerahkannya kepada putra sulungnya, Abd Al-Dar, yang pada gilirannya menyerahkannya kepada anak-anaknya,” kata Anas Al-Shaibi, salah satu pengurus Masjid al-Haram, kepada Arab News.

Dia menambahkan bahwa sejak awal waktu, pemeliharaan Ka’bah adalah berkah yang diberikan Allah SWT sampai hari terakhir. Kunci-kunci Ka’bah disimpan di rumah pengasuh senior. “Perintah-perintah para orang tua kepada anak-anak mereka adalah rasa takut atas Allah SWT, selain menjaga prinsip-prinsip besar Islam; kejujuran dan kerendahan hati. Perintah lain orang tua kami adalah menyimpan kunci Ka’bah dalam tas khusus yang terbuat dari sutra hijau dan emas,” tambah Al-Shaibi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here