Pemudik Diminta Balik Cepat ke Jakarta untuk Hindari Macet

Ilustrasi di ruas tol Jakarta-Cikampek. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono mengimbau para pemudik agar pulang cepat dari kampung halaman menuju Jakarta untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan pada arus balik. Ahad (2/8).

Antisipasi ini perlu karena diprediksi Minggu (2/8) merupakan puncak arus balik menuju arah Jakarta dan sekitarnya sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan. “Kami khawatir kalau para pemudik tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, kemacetan tidak bisa dihindarkan. Untuk itu, pulang balik lebih awal akan lebih baik. Dan perjalanan pun akan lebih nyaman,” kata Irjen Istiono di Jakarta, Sabtu malam (1/8).

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik bisa mengatur perjalanan dan menyesuaikan waktu untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas. Selain itu, karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh.

Diketahui, jumlah kendaraan yang melintasi Tol Cipali pada Idul Adha 2020 ini meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan diperkirakan mencapai 40 persen. Namun demikian, secara umum arus lalu lintas ramai lancar dan terkendali.

Mulai Sabtu (1/8) sampai dengan hari Senin (3/8) jam 08.00 WIB, kendaraan barang sumbu tiga ke atas dari Jateng menuju Jakarta dilarang melewati jalur tol. Mereka dialihkan melewati jalur arteri atau jalan nasional.

Pengalihan dimulai dari perbatasan Tol Jatim, Jateng, dan pintu keluar Tol Jateng. Dengan demikian dipastikan di pintu keluar Tol Kanci tidak ada kendaraan besar yang melewati jalur tol.

Pada arus balik, jumlah kendaraan diprediksi mencapai sekitar 160.000 kendaraan pemudik yang kembali ke Jakarta melalui gerbang Tol Cikampek Utama dan 140.000 melalui Kalihurip Utama sehingga arus kendaraan akan bertemu dan menumpuk di titik KM 66.

“Oleh karenanya, perlu dipersiapkan lebih awal untuk menerapkan contra flow dari km 65 sampai dengan km 47 arah Jakarta,” imbuhnya.

Istiono meminta Dirlantas Jateng, Jabar dan Metro Jaya beserta jajaran bersama Dinas Perhubungan agar mengantisipasi penerapan pengalihan kendaraan barang tersebut serta mempersiapkan personel yang memadai untuk rekayasa lalu lintas, baik contra flow maupun one way secara situasional dari KM 65 sampai gerbang Tol Halim di Tol Dalam Kota Jakarta sesuai dengan dinamika di lapangan.

Tempat istirahat (rest area) diminta untuk ditutup apabila sudah penuh dengan menggunakan sistem buka tutup tiap 2 jam. Selain itu, juga perlu dilakukan patroli secara terus menerus agar tidak ada kendaraan yang berhenti di bahu jalan tol.

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Meningkat

Arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek meningkat menyusul banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan dan mudik pada libur Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

“Secara umum ada peningkatan kendaraan yang melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek sejak H-1 hingga hari H Idul Adha,” kata Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero), Sabtu.

Dia menyampaikan, total kendaraan yang meninggalkan Jakarta, melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek, sejak H-1 hingga hari H Idul Adha mencapai 183.204 kendaraan. “Dibandingkan dengan arus lalu lintas di waktu normal, tentunya meningkat. Peningkatannya sekitar 48 persen,” katanya.

Kendaraan dari Jakarta dan sekitarnya yang melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek, menuju arah Tol Cipali mencapai 97.541 kendaraan. Catatan itu terlihat dari data kendaraan yang ke luar dari gerbang Tol Cikampek Utama.

Sedangkan kendaraan yang ke luar dari Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju jalan Tol Cipularang berjumlah 85.663 kendaraan. Jadi jika ditotalkan, jumlah kendaraan yang meningkatkan Jakarta melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek sebanyak 183.204 kendaraan. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here