Kiswah: Kisah di Balik Sampul Kabah Suci dari Masa ke Masa (bagian 2/habis)

Indonesiainside.id, Makkah – Kiswah secara tradisi diganti pada hari kesembilan Dul Hijjah, mengikuti jejak Nabi Muhammad ﷺ dan sahabat-sahabatnya. Dilaporkan bahwa setelah penaklukan Makkah pada tahun kesembilan Hijriyah, Rasulullah ﷺ menutupi Ka’bah dengan kain Yaman saat ia melakukan ibadah haji perpisahan.

Warna-warna penutup Ka’bah mengalami perubahan reguler selama berabad-abad.  Selama era Saudi, Kiswah menerima perhatian besar. Negara Islam yang ada di Mesir pada saat itu terus mengirim Kiswah selama berabad-abad.

Pendiri Saudi King Abdul Aziz memberikan arahan untuk mendirikan sebuah rumah pribadi khusus untuk membuat Kiswah, di lingkungan Ajyad dekat dengan Masjidil Haram Makkah. Ini adalah rumah pertama yang didedikasikan untuk menenun Kiswah di Hijaz.

Rumah itu merupakan pabrik tempat Kiswah pertama selama era Saudi diproduksi di Makkah. Produksi kemudian dipindahkan ke Umm Al-Joud. Lokasi baru ini dilengkapi dengan mesin-mesin canggih terbaru dalam industri tenun pada saat itu dan terus memproduksi Kiswah yang melampaui semua pembuatan sebelumnya.

Sebuah keputusan kerajaan dikeluarkan oleh Raja Salman untuk mengubah nama pabrik Kiswah Ka’bah menjadi Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Ka’bah. Departemen desalinasi air adalah yang pertama dirikan dari bagian kompleks.

Lembaga ini bertanggung jawab atas kemurnian air, yang mencerminkan kualitas dan tekstur sutra, dan juga bertanggung jawab pada proses desalinasi air bawah tanah untuk mencuci dan mewarnai sutra.  Proses pewarnaan dimulai setelah pelepasan lapisan lilin yang melapisi benang sutera. Sutra kemudian dicelup dalam warna hitam dan hijau menggunakan bak air panas dan bahan kimia khusus, dicampur dan ditimbang dalam rasio tertentu untuk memastikan tingkat stabilitas warna yang diperlukan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here