Wilayahnya Dilockdown, Angka Kehamilan Remaja di Kenya Langsung Meningkat

Wanita hamil di Kenya

Indonesiainside.id, Nairobi – Kenya telah lama bergulat dengan angka kehamilan remaja yang tinggi. Bulan lalu, dokumen kementerian kesehatan menunjukkan bahwa ribuan gadis hamil selama penguncian antara Maret dan Mei. Namun, menurut lembaga kemanusiaan Save the Children, jumlahnya relative turun, dari 82 kehamilan per 1.000 anak perempuan antara usia 15 dan 19 pada 2016, menjadi 71 kehamilan per 1.000 anak pada 2017.

Dilansir laman barrons.com, menurut angka-angka dari unit data dalam kementerian kesehatan, di Nairobi saja hampir 5.000 anak perempuan hamil, dan lebih dari 500 di antaranya berusia antara 10 dan 14 tahun. Menteri Kesehatannya Mutahi Kagwe mengatakan hal ini sebagai bencana.

“Menjadi ibu remaja adalah sebuah bencana, hasil yang melemahkan dalam kehidupan seorang gadis. Lebih sering daripada tidak, itu adalah malapetaka bagi remaja mencapai potensi penuh kehidupan remaja,” kata Menteri Kesehatannya Mutahi Kagwe bulan lalu.

Evelyne Opondo, Direktur Senior Afrika di Pusat Hak-Hak Reproduksi, mengatakan bahwa bukti peningkatan kehamilan yang terkait langsung dengan pandemi itu masih sementara. Namun dia percaya angka-angka itu hanyalah efek puncak gunung es, karena kebanyakan anak perempuan tidak mendapat perawatan yang tepat sebelum kelahiran.

Dia mengatakan bahwa kehamilan remaja cenderung meningkat selama pandemi karena gadis-gadis menganggur di rumah. Mereka diduga terpaksa terlibat dalam hubungan seksual, untuk bertahan hidup.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here