Jejak Digital Bambang Arianto, Pernah Menulis Untuk Website Revolusi Mental

Indonesiainside.id, Jakarta – Seorang dosen UNU Yogyakarta yang juga pegiat media sosial, Bambang Arianto, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia terkait aktivitas dirinya dengan berkedok penelitian yang melecehkan beberapa wanita. Ia memiliki fantasi melakukan praktik swinger alias tukar menukar pasangan.

Melihat dari jejak digitalnya, Bambang Ariyanto menuliskan dirinya sebagai dosen akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Sedangkan di website Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang menuliskan keahliannya di bidang Akuntansi Politik Digital dari Universitas UNU Yogyakarta.

Bambang juga memberikan kontribusi dalam bentuk tulisan di website Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dikelola Sekretariat Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Tulisannya berjudul ‘Menulis Itu Nyeni’ hingga kini masih terpampang di website gerakan revolusi mental tersebut.

Ia juga mencantumkan titel dirinya sebagai dosen akuntansi UNU Yogyakarta.

Tulisan Bambang Arianto di website revolusi mental

Terkait status Bambang Arianto, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Prof Purwo Santoso, mengakui bila yang bersangkutan pernah diperbantukan di kampus.

“Dulu memang pernah bantu-bantu, tapi belum berstatus sebagai dosen,” kata Purwo.

Mengutip Republika, Purwo mengungkapkan, bahwa perilaku tidak sehat Bambang sudah lama terdeteksi dan menjadi salah satu alasan ia tidak lolos menjadi dosen di UNU Yogyakarta. Karenanya, UNU menegaskan perbuatan menyimpang yang dilakukan Bambang di luar tanggung jawab UNU.

“Kita telah mencoba mengatasi masalah kejiwaan beliau, tapi tidak sanggup mengawal tindak tanduknya setiap hari. Sebagaimana dikatakan, dia mencatut nama,” ujar Purwo.

Bambang viral dibicarakan masyarakat lantaran membuat video pengakuan telah melakukan pelecehan seksual dengan melakukan penelitian terkait praktik “swinger” atau tukar pasangan.

Bambang mengaku rencana penelitiannya bohong dan lebih dikarenakan ingin berfantasi secara virtual. Bahkan, dalam video itu Bambang mengaku pernah melakukan pelecehan secara fisik.

“Saya bambang arianto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya disetiap waktu,” ujarnya dalam video yang viral tersebut.

“Selain berfantasi secara virtual tentang swinger, saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik,” lanjutnya.

Karenanya ia secara khusus meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma.

“Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target,”

“Secara umum saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak lagi melakukan kebohongan ini,” katanya.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here