WHO: Mungkin Tidak Akan Ada Obat Ampuh untuk Covid-19

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: foreignaffairs

Indonesiainside.id, Jakarta – Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Senin (3/8) memperingatkan mungkin tidak akan pernah ada “obat manjur” untuk Covid-19. Peringatan itu disampaikan ketika dunia menghadapi total jumlah penularan virus corona di melampaui 18 juta.

Tedros Adhanom di Jenewa mengatakan, pemerintah dan masyarakat seharusnya berfokus pada apa yang diketahui ampuh yaitu testing, pelacakan kontak, menjaga jarak fisik dan pemakaian masker.

“Kita semua berharap memiliki sejumlah vaksin ampuh yang bisa membantu mencegah orang tertular. Namun, tidak ada obat yang manjur saat ini – dan mungkin tidak akan pernah ada,” ujar Tedros.

“Jadi, yang bisa dilakukan saat ini untuk menghentikan wabah adalah menerapkan dasar-dasar kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit,” lanjutnya.

Harapan dunia untuk memutus siklus penularan dan penutupan wilayah kini bertumpu pada vaksin.

Meskipun sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama berbulan-bulan sehingga melumpuhkan ekonomi, pandemi virus corona terus meluas.

Kini tercatat hampir 700.000 kematian di seluruh dunia. Di Amerika, Dr. Deborah Birx, koordinator satgas virus corona Gedung Putih memperingatkan, virus itu “menyebar sangat luas.”

Di negara-negara yang sebelumnya berhasil mengendalikan, wabah kembali merebak, misalnya Australia. Hari Senin, PSBB baru kembali diterapkan di negara bagian Victoria yang terimbas keras Covid-19.

Jam malam juga diberlakukan di Melbourne, ibu kota negara bagian itu, selama enam minggu ke depan. Semua bisnis yang dinilai non-esensial ditutup, dan pesta pernikahan dilarang, lansir VOA News.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here