Daripada Bikin Gaduh, DPR Minta Nadiem Alihkan Anggaran POP untuk Internet Gratis Siswa

Para siswa sekolah dasar ditemani ibu mereka, berpartisipasi dalam sesi pembelajaran daring dengan menggunakan koneksi internet gratis yang disediakan oleh seorang warga di tengah merebaknya wabah COVID-19 di Depok Mulya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Xinhua/Agung Kuncahya B.

Indonesiainside.id, Jakarta – Daripada Program Organisasi Penggerak (POP) sebesar Rp595 miliar menjadi polemik dan membuat gaduh, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengusulkan anggaran setengah triliun itu dialihkan saja untuk pengadaan titik hotspot internet gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

“Alihkan saja setengah triliun itu untuk 52,5 juta pelajar dan mahasiswa di seantero negeri ini agar gratis mengakses pembelajaran daring,” kata Fikri Faqih di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut dia, kontroversi program organisasi penggerak (POP) yang digagas Mendikbud Nadiem Makariem telah membuat gaduh di masyarakat, dan memicu gelombang protes dari beragam kalangan.

Untuk itu, ia merekomendaskan agar daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) khusus POP direvisi menjadi program lain. “Usulan saya adalah mengadakan hotspot internet gratis yang tersebar di tiap RW, minimal kantor desa/ kelurahan, khususnya untuk pelajar dan mahasiswa yang berjumlah lebih dari 52,5 juta orang,” katanya.

Program ini disesuaikan dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung, yakni tetap dalam protokol kesehatan ketat, serta pelaksanaannya bisa dilakukan bergantian atau sesuai jadwal sekolah.

Di samping itu, pengadaan banyak titik hotspot bertujuan agar mengurangi konsentrasi massa yang berkumpul. “Idealnya di tiap RW ada, atau dipecah lagi menjadi beberapa titik, misalnya tiap RT ada hotspot, hal ini bisa saja kombinasi antara dana pemerintah sebagai stimulus dengan swadaya masyarakat di lingkungan tersebut,” ujar Fikri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here