Kontestan Pilkada 2020 Jangan Eksploitasi Penderitaan Rakyat

Tas bansos penanganan Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kontestan Pilkada diharapkan tidak memanfaatkan pandemi Covid-19 ini untuk menggoda pemilih dengan politik uang. Namun,biarkan masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya.

“Jangan goda masyarakat dengan uang untuk memilih. Karena kondisi itu kini terbuka dengan banyaknya PHK dan kesulitan ekonomi,” kata Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Teguh Prasetyo, Jumat(7/8).

Kondisi pandemi Covid-19 sangat berpotensi menghadirkan praktik politik dengan dalih ekonomi yang kian sulit karena maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan terbatasnya kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Biarlah mereka (pemilih) bebas untuk menentukan pilihan politiknya,” kata Teguh.

Selain itu, ia juga menyoroti petahana atau para kepala daerah yang berkontestasi dalam Pilkada 2020 agar benar-benar menjadi pemimpin masyarakatnya. Menurutnya sudah menjadi kewajiban seorang pemimpin untuk memastikan rakyatnya tetap sejahtera dalam kondisi apa pun, termasuk dalam masa pandemi Covid-19.

Sehingga kata dia sangat wajar jika seorang kepala daerah mengeluarkan anggaran atau program yang melepaskan rakyatnya dari lesunya ekonomi saat ini.

Namun, Teguh mewanti-wanti para petahana agar tidak menjadikan program pengentasan kemiskinan atau program pembagian subsidi sebagai komoditas kampanye.

“Jangan diklaim anggaran itu seolah-olah untuk kepentingan pencalonan demi kemenangan incumbent,” ucap Guru Besar Hukum Pidana Universitas Pelita Harapan itu.

Ia mengatakan demokrasi merupakan alat untuk memilih pemimpin. Pemimpin yang dipilih bukan semata memiliki misi untuk menyejahterakan rakyatnya saja, melainkan juga pemimpin yang visioner dan bermartabat.

Oleh karena itu, Teguh berharap semua pihak termasuk kontestan Pilkada 2020 tetap menjaga demokrasi di Indonesia dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila.(EP/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here