DIY Saja Belum Berani Buka Sekolah, Daerah Lain Seharusnya Lebih Waspada

Siswi sekolah dasar menggunakan ponsel untuk mengerjakan tugas yang diberikan secara online di Jakarta, Selasa (21/7/2020). Agensi Anadolu/Eko Siswono Toyudho

Indonesiainside.id, Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi dengan laju penularan Covid-19 yang cukup rendah dibandingkan dengan provinsi lain.

Sejak Covid-19 mewabah di Tanah Air, laju penularan Covid-19 di DIY selalu berada di luar 10 besar provinsi dengan tingkat penularan terparah. Secara rata-rata, kasus Covid-19 memang didominiasi di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Lima provinsi ini cukup mendominasi.

Namun, meski laju Covid-19 tidak separah di provinsi lain khususnya di Pulau Jawa, plus Sulsel, Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, DIY tetap mengambil kebijakan untuk tidak tergesa-gesa membuka sekolah dengan sistem tatap muka langsung. DIY tetap waspada meski bakal terjadinya klaster baru lewat sekolah jika siswa diizinkan masuk.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY hingga kini belum berencana menerapkan pembelajaran secara tatap muka di seluruh jenjang pendidikan, khususnya SMA/SMK pada semester gasal tahun pelajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

“Untuk sementara tampaknya DIY belum memungkinkan melakukan (pembelajaran) tatap muka,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (10/8).

Menurut Didik, pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah belum memungkinkan berlangsung secara tatap muka mengingat saat ini DIY masih berstatus tanggap darurat bencana Covid-19. Selain itu, perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY juga belum menunjukkan tren penurunan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here