Perjanjian Perdagangan Harus Lindungi Industri Dalam Negeri

Pekerja menyelesaikan pembuatan gantungan kunci di sentra UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) Desa Pucang, Secang Magelang, Jawa Tengah. Ditutupnya semua tempat wisata akibat wabah virus Corona (COVID-19) menyebabkan pembuatan cendera mata mengalami pengurangan produksi. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina menyatakan perjanjian perdagangan internasional yang melibatkan Indonesia harus dapat melindungi industri domestik atau dalam negeri khususnya yang berskala kecil dan menengah.

“Sebagai anggota DPR RI Komisi VI, kami akan terus mengawal ratifikasi perjanjian internasional agar tetap berpihak kepada rakyat, UMKM, dan bisa berdampak positif bagi perekonomian Indonesia,” kata Nevi Zuairina dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa(11/8).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menerangkan pada awal Februari 2020, DPR RI menetapkan persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Ratifikasi perjanjian perdagangan internasional tersebut, lanjut Nevi, merupakan salah satu RUU prioritas tahun 2020 dalam kategori kumulatif terbuka tentang pengesahan perjanjian internasional, sehingga dapat dibahas kapan saja dengan melihat kondisi tertentu.

Nevi melanjutkan selain perjanjian perdagangan IA-CEPA masih ada ratifikasi perjanjian perdagangan dengan negara EFTA (Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement), dan juga Perjanjian Pengembangan Niaga Elektronik dengan ASEAN (ASEAN Agreement on E-Commcerce).

“Ratifikasi ini akan membuka bebas aktivitas ekspor-impor antar kedua negara, sehingga bisa berdampak pada tarif bea masuk produk di kedua negara menjadi 0 persen,” ucapnya.

Apabila hal ini terjadi, katanya, akan ada sebanyak 6.474 produk ekspor dari Indonesia ke Australia yang bea masuknya jadi nol persen, sedangkan Indonesia akan membebaskan bea masuk dari Australia sebanyak 10.813 pos barang impor.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here