Kerugian Akibat Ledakan Beirut USD15 Miliar

Ledakan dahsyat di Beirut
Ledakan dahsyat di Beirut. Foto: medsos

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Lebanon Michel Aoun pada Rabu mengatakan kerusakan properti akibat ledakan besar di Beirut pekan lalu bisa mencapai lebih dari USD15 miliar, lansir Kantor Berita Lebanon.

“Perkiraan awal kerugian yang diderita Lebanon melebihi USD15 miliar, di samping kerugian material lainnya dan kerusakan pelabuhan serta kebutuhan bahan bangunan untuk membangun kembali lingkungan yang hancur akibat pemboman,” kata Aoun dalam percakapan telepon dengan Raja Spanyol Felipe VI, seperti dilansir Anadolu, Kamis(13/8).

Felipe mengatakan Spanyol mengirim bantuan darurat dan akan terus memberikan bantuan untuk membantu Lebanon bangkit setelah insiden itu.

“Masyarakat Spanyol menunjukkan solidaritas kepada warga Lebanon dalam cobaan yang mereka alami ini,” kata Felipe.

Sebuah pernyataan dari Direktorat Jenderal Keamanan Lebanon mengumumkan sedikitnya 3.972 bangunan dan 4.214 kendaraan rusak akibat ledakan tersebut.

Ledakan dahsyat itu mengguncang ibu kota Lebanon dan sekitarnya setelah 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang terbakar.

Gelombang kejut tersebut meratakan bangunan di dekatnya dan menyebabkan kerusakan material yang luas di Beirut, menyebabkan ratusan ribu penduduk kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa itu terjadi ketika Lebanon menghadapi krisis keuangan yang parah dan pandemi Covid-19.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here