Kritisi Pidato Jokowi Soal Pemberantasan Korupsi, Natalius Pigai: Jutaan Orang di Negara Ini Bukan Bodoh, Kami Tahu Siapa Pembunuh KPK

Natalius Pigai aktivis kemanusiaan dan mantan Komisioner Komnas HAM. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pidatonya di sidang paripurna tahunan MPR 2020 kemarin, menyinggung tentang pemberantasan korupsi yang berjalan di era pemerintahannya saat ini. Jokowi menyatakan pemerintah tidak main-main memberantas korupsi.

“Pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi,” kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8).

Jokowi menekankan pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan korupsi. Upaya tersebut dilakukan melalui tata kelola yang sederhana, transparan, dan efisien.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya.

Namun, pernyataan Jokowi tersebut mendapat kritik dari pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Ia memandang pernyataan mantan Wali Kota Solo itu tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

“Kami jutaan orang di negara ini bukan bodoh. Kecerdasan kami melampaui. Kami ini jauh lebih pintar, cerdas dan bermartabat,” ujar Natalius Pigai di akun Twitternya @NataliusPigai2, Jumat (14/8).

Dalam postingan yang sama, mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu menyajikan fakta yang menjadi antitesis pernyataan Jokowi terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pigai menegaskan bahwa lembaga antikorupsi seperti KPK justru dilemahkan kewenangannya saat masa kepemimpinan Jokowi.

Melalui undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi 30/2002 yang direvisi menjadi UU 19/2019 yang isinya justru membuat KPK jadi macan ompong.

“Kami semua (rakyat) tahu siapa yang membunuh lembaga pembunuh para koruptor,” kata tokoh masyarakat Papua tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here