Energi Terbarukan, Solusi Energi Masa Depan

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 1, salah satu mega proyek yang beroperasi sejak September 2019 telah menjadikan Jeneponto berkembang pesat. Foto: Indonesiainside.id/ Andi Amriani

Indonesiainside.id, Makassar – Peran renewable energi (energi terbarukan) terhadap sistem kelistrikan di Sulsel sangat signifikan. Saat ini kita banyak menggunakan energi yang bersumber dari fosil, sementara energi tersebut menimbulkan polusi bagi lingkungan. Baik itu batu bara, gas maupun minyak.

Selain itu, tingkat pencemaran C02 dalam 70 tahun terakhir meningkat 90 ppm. Tahun 2018 tingkat pencemaran mencapai 407 ppm (part per million). Sehingga mengakibatkan pemanasan global yang kenaikannya sangat signifikan dari tahun ke tahun. Dampaknya pun sangat besar sebab bisa mengotori air laut.

Berdasarkan data yang dijelaskan Senior Manager Operasi Sistem PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi, Nurdin Pabi, akibat dampak yang ditimbulkan itu, maka sejumlah organisasi terkait dari berbagai negara membuat protokol Kyoto tahun 1997 di mana ada komitmen berbagai negara untuk mengurangi C02. “Energi terbarukanlah menjadi solusi dari semua masalah ini. Karena renewable energy adalah clean energi sebab tidak menghasilkan polusi, dari alam di proses agar kembali ke alam sehingga prosesnya sangat bersih dan menghasilkan energi bersih,” katanya di Makassar, Kamis (13/8).

Sulawesi memiliki kekayaan energi renewable yakni energi angin di Kabupaten Sidrap dan Jeneponto, kemudian Manado memiliki banyak Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Untuk ketersediaan listri, selama ini menggunakan energi non-renewable yang bersumber dari posil, batu bara, gas dan nuklir. Namun, saat ini dan akan datang tentunya akan konsen menggunakan energi terbarukan untuk pengembangan sumber listrik ke depannya.. Baik itu solar, biomas, angin, giotermal, dan hydropower.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here