Sambil Duduk Bersama Mahasiswa, Kapolres Mamuju Minta Maaf Jika Anggotanya Bertindak Berlebihan

Kapolres Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat AKBP Minarto. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Mamuju – Kapolres Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat AKBP Minarto menyatakan permohonan maaf kepada mahasiswa yang menganggap jajarannya berlebihan melakukan pengamanan unjuk rasa.

“Kalau ada anggota kami yang dianggap menyakiti dalam melakukan pengamanan unjuk rasa aktivis di kantor Gubernur Sulbar, maka kami meminta maaf,” kata Kapolres Mamuju saat menerima unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) markas Polres Mamuju, Selasa(18/8).

Massa PMII mengecam tindakan aparat kepolisian Polres Mamuju yang dinilai melakukan tindakan kekerasan dalam mengamankan lima orang aktivis pemerhati pendidikan di kantor Gubernur Sulbar.

Kapolres mengatakan, pihaknya akan menindak setiap oknum anggotanya yang berbuat tidak sesuai aturan yang berlaku dalam mengamankan jalannya unjuk rasa.

“Polres Mamuju menyatakan tidak melarang ada unjuk rasa, namun kami juga meminta agar mesti harus dilaksanakan dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kapolres.

Ia juga menyatakan, pihaknya akan mendukung setiap upaya menegakkan keadilan sepanjang untuk kepentingan masyarakat, namun harus dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, massa PMII Mamuju mendesak Polres Mamuju untuk tidak lagi melakukan tindakan kekerasan dalam mengamankan unjuk rasa di Mamuju.

“Selain itu meminta Polres Mamuju agar menindak sesuai aturan oknum yang melakukan kekerasan kepada pengunjuk rasa,” kata Alif koordinator aksi PMII Cabang Mamuju.

Sebelumnya demo aktivis aliansi pemerhati pendidikan Provinsi Sulawesi (AMPERA) Barat yang berlangsung pada peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 2020 di bubarkan aparat kepolisian Polres Mamuju.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here