Asosiasi Pengacara Internasional Mengutuk Penahanan Syech Raid Salah

Syech Raid Salah, tokoh Palestina yang ditahan oleh zionis Israel. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Asosiasi Pengacara Internasional pada Kamis mengutuk penahanan Israel terhadap Raid Salah, salah satu tokoh rakyat Palestina.

Dalam pernyataan tertulisnya, Necati Ceylan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengacara Internasional (UHUB), mengungkapkan telah terjadi tragedi kemanusiaan pada abad ke-21 ini di Palestina, di mana rakyat Palestina ditindas oleh Israel dengan senjata dan ancaman pemenjaraan.

Menggarisbawahi bahwa pemikiran dan intelektual di sana ingin dibungkam, Ceylan mencatat bahwa pemenjaraan kembali Raid Salah, seorang tokoh penting di Palestina, hanyalah contoh lain dari praktek penganiayaan Israel.

Ceylan mengatakan ada ratusan intelektual seperti Raid Salah, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara karena ide-idenya, dan tokoh-tokoh ini terus hidup di bawah tekanan dan ancaman.

Suatu tindakan teroris dapat dilakukan oleh individu, organisasi bahkan negara, ungkap Ceylan.

“Tindakan teroris yang dilakukan oleh negara atau berbagai negara lebih merusak dan berbahaya. Hukum seharusnya dapat mengikat individu dan institusi serta negara. Mereka yang mendukung tiran menjadi mitra dalam penganiayaan.”

Pengadilan Kriminal Perdamaian Haifa Israel menghukum Sheikh Raid Salah, pemimpin sayap utara Gerakan Islam Palestina 1948, dengan 28 bulan penjara atas 4 kejahatan yang berbeda, termasuk tuduhan “mendukung organisasi teroris”.

Salah menyerahkan diri kepada otoritas Israel untuk menjalani hukuman pada 16 Agustus.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here