Harga Emas Stabil Meski Dolar Menguat

Ilustrasi emas batangan. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga emas relatif stabil pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena rebound yang kuat dalam dolar dan kebangkitan kembali aktivitas bisnis Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil obligasi, dan penguatan pasar ekuitas AS mengurangi daya tarik emas.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange diperdagangkan di kisaran ketat sepanjang Jumat (21/8), menjadi ditutup naik tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.947 dolar AS per ounce.

Hara emas berjangka turun 23,8 dolar AS atau 1,21 persen menjadi 1.946,50 dolar AS pada Kamis (20/8), setelah anjlok 42,8 dolar AS atau 2,13 persen menjadi 1.970,30 dolar AS pada Rabu (19/8) dan naik 14,4 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 2.013,10 dolar AS pada Selasa (18/8).

“Harga telah mengalami minggu yang fluktuatif di tengah pengaturan posisi yang lemah, penundaan perjanjian paket stimulus, kenaikan kembali dolar AS dan suku bunga riil,” kata Analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Dolar menguat 0,6 persen terhadap mata uang utama saingannya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks saham AS juga naik, sementara imbal hasil obligasi AS naik tipis setelah data menunjukkan kenaikan bulan ini dalam aktivitas bisnis ke level tertinggi sejak awal 2019.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here