Analisa Guru Besar Unhan Soal Soekarno, Pak Harto dan Jokowi Saat Memimpin Indonesia

Professor Salim Said, Guru Besar Universitas Pertahanan. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) Professor Salim Said menyatakan Presiden RI ke-2 HM Soeharto merupakan satu-satunya presiden di Indonesia yang memiliki kekuasaan penuh dibandingkan presiden lainnya. Baik itu pemimpin sebelumnya maupun sesudahnya, termasuk Jokowi.

Hal ini tergambar dari besarnya pengaruh Pak Harto, panggilan akrabnya, selama
32 tahun memerintah Indonesia. Hanya ada satu pemimpin yang menjadi komando tertinggi republik ini.

“Di zaman Orde Baru itu hanya ada satu orang yang berkuasa. Berkuasa karena didukung oleh partai terkuat di Indonesia namanya ABRI, bukan Golkar,” kata Salim Said dalam kanal Hersubeno Point, dikutip Ahad(23/8).

Dibandingkan dengan Jokowi yang memimpin saat ini, lanjut Salim, sangat berbeda dengan saat Pak Harto berkuasa. Presiden Soeharto bisa berkuasa penuh karena dukungan penuh dari ABRI. Sementara Golkar, hanya menduduki kursi-kursi di DPR dan MPR untuk memberi legalitas kepada pemerintah.

“Jadi Golkar jangan macam-macam karena pegangan Pak Harto adalah ABRI, bukan Golkar,” kata Salim.

Dia juga menegaskan bahwa pada 10 tahun pertama Presiden Soeharto memerintah tidak ada keresahan rakyat, tidak ada ribut-ribut. Sebab, masyarakat merasakan ada kepastian dan hasil dari pembangunan ekonominya yang nyata.

Berbeda dengan Jokowi, menurut Prof Salim Said, mantan wali kota Solo ini sejatinya tidak memiliki partai. Jokowi bukanlah pemimpin partai politik dan saat ini menghadapi masalah di tahun-tahun terakhirnya meninggalkan istana.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here