Memperingati 97 Tahun Kelahiran Siti Hartinah, Ibu Negara yang Setia kepada Pak Harto hingga Akhir Hayat

Pak Harto dan Ibu Tien. Foto: Kepustakaan Presiden Perpusnas RI

Indonesiainside.id, Jakarta – Raden Ayu Siti Hartinah atau Ibu Tien lahir pada 23 Agustus 1923 di Surakarta. Anak kedua dari pasangan KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmohoedojo merupakan canggah dari Mangkunagara III dari garis ibu.

Ibu Tien, Istri dari Presiden ke-2 Republik Indonesia H.M. Soeharto sangat disayangi oleh rakyat hingga akhir hayat. Dia juga setia menemani Pak Harto di masa revolusi hingga menjadi presiden. Sejak menikah pada 26 Desember 1947, Ibu Tien dan Pak Harto tetap setia dan saling menjaga.

Ibu Tien, seperti kita tahu, ikut mendapingi Pak Harto dan mendorong untuk terus mengabdi kepada bangsa Indonesia. Hal tersebut terlihat, setidaknya, dari kesaksian yang diceritakan kembali oleh harian Berita Buana pada 24 Maret 1973.

Pada tahun 1950, Pak Harto hendak berhenti dari kesatuannya. Ia mengaku tak tahan atas fitnah-fitnah yang datang menerpa dirinya. Dan itu cukup serius sampai-sampai membuatnya ingin berhenti dari ketentaraan dan memilih untuk menjadi petani atau sopir taksi. Ibu Tien lalu angkat suara.

“Saya dulu diambil istri oleh seorang prajurit dan bukan oleh supir taksi. Seorang prajurit harus dapat mengatasi setiap persoalan dengan kepala dingin walaupun hatinya panas,” ujar Bu Tien meyakinkan Soeharto, seperti dikutip dari Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.

Selain itu, Ibu Tien juga sangat menjunjung tinggi kesetiaan pada pasangan hidup. Terbukti hingga menghembuskan nafas terakhir beliau tetap bersama Pak harto.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here