Luhut Minta Masyarakat Tidak Paranoid Meski Ekonomi Tumbuh Minus

Luhut Binsar Pandjaitan
Meneteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan obrolannya dengan Bank Dunia (World Bank/WB). Menurut mereka ekonomi Indonesia lebih mudah pulih setelah dihantam oleh pandemi Covid-19.

“Tadi malam saya berbicara dengan World Bank via telepon. Mereka justru melihat bahwa Indonesia dengan konsumsi yang besar, jauh lebih mudah recovery dibandingkan dengan negara-negara yang hanya mengandalkan high technology,” ujar Luhut.

Berbicara dalam High Impact Seminar dan Kick Off Program BI dalam GerNas Bangga Buatan Indonesia dengan tema “Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital” di Jakarta, Ahad (30/8), Luhut juga berbagi kunci pemulihan ekonomi Indonesia.

“Kunci untuk mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020 adalah kekompakan, kerja sama, semangat inovasi, dan menjaga optimisme,” ujarnya.

Luhut meyakini Indonesia dapat pulih dengan lebih cepat apabila semua pemangku kepentingan bahu membahu, salah satunya untuk terus mendorong konsumsi domestik. Pertumbuhan Indonesia sendiri mengalami kontraksi 5,32 persen pada kuartal II 2020.

Perlambatan ekonomi tercermin dari sisi pengeluaran di mana konsumsi domestik mengalami kontraksi 5,5 persen, terburuk dalam 20 tahun terakhir.

Mengingat, sebanyak 58 persen dari PDB Indonesia bergantung pada konsumsi, industri di sektor makanan dan minuman, fesyen, transportasi, komunikasi, dan akomodasi, diharapkan dapat memainkan peran penting untuk meningkatkan konsumsi doemstik.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here