Dua Tokoh Pesantren Bakal Berebut Massa di Pilkada Sumenep

Indonesiainside.id, Pamekasan – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sumenep sebentar lagi akan digelar, dan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di kabupaten paling timur di Pulau Madura ini telah dilakukan, mulai dari sosialisasi waktu pelaksanaan, hingga pendataan, pencocokan dan penelitian calon pemilih.

Kabupaten Sumenep merupakan satu dari 270 daerah di Indonesia yang akan menggelar Pilkada Serentak 9 Desember 2020 yang terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Sementara di Jawa Timur, Kabupaten Sumenep terdata sebagai salah satu dari 19 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020. Daerah lainnya adalah Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Gresik, Jember, Kabupaten Kediri, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Lamongan, Malang, Kabupaten Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.

Menurut Komisioner KPU Sumenep Rafiqi, karena pelaksanaan pilkada di masa pandemi Corona, maka prosedur pelaksanaan dalam setiap tahapan pilkada harus mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk itu, kami mendapatkan alokasi anggaran tambahan sebesar Rp3,4 miliar untuk memenuhi berbagai kebutuhan protokol kesehatan,” kata Rafiqi.

Sebab, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Sumenep, semua penyelenggaraan pemilu/pilkada harus mematuhi ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Hasil pendataan KPU Sumenep menyebutkan, dibutuhkan sebanyak 24.763 alat pelindung diri (APD) untuk mendukung pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020, dan jumlah itu, sesuai dengan jumlah petugas penyelenggara pilkada di Kabupaten Sumenep.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here