Empat Perusahaan Dilaporkan Karena Diduga Palsukan Laporan Keuangan

Indonesiainside.id, Jakarta – Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Indonesia melaporkan empat perusahaan yang diduga melakukan pemalsuan Laporan Auditor independen (LAI) yang harusnya dibuat oleh kantor atau akuntan publik resmi ke Polda Sumatera Barat, Senin(31/8).

Penasihat hukum IAPI Miko Kamal dalam jumpa pers di Padang, Senin, mengatakan ada empat perusahaan yang dilaporkan, yakni tiga perusahaan dari Pekanbaru, Riau, yaitu PT KRA, PT RN, PT MJA dan PT KBTM dari Jambi.

Ia mengatakan keempat perusahaan itu diduga melakukan pemalsuan laporan keuangan mereka ketika mendapatkan proyek di Sumbar.

Menurut dia, untuk mendapatkan proyek pemerintah peserta lelang harus melengkapi berkas dokumen yang salah satunya adalah laporan keuangan yang telah di audit oleh akuntan publik.

Awalnya IAPI mendapatkan laporan dari Pemkab Sijunjung yang mengklarifikasi laporan dari perusahaan yang akan mengikuti lelang proyek yang diadakan ULP.

Mereka mempertanyakan laporan yang dibuat sejumlah perusahaan tersebut. Menurut dia dari dugaan pemalsuan ditemukan kantor yang mengeluarkan laporan keuangan dan benar ada kantornya namun tidak pernah mengeluarkan laporan keuangan.

Kedua yang seorang mengeluarkan laporan keuangan perusahaan namun dia tidak terdaftar secara direktori di IAPI.

Ia mengatakan dugaan pemalsuan ini melanggar UU 5 2011 tentang akuntan publik dengan ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda Rp500 juta untuk pelaku perorangan.

Sedangkan untuk korporasi, ancaman denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here