Penularan Covid-19 Melonjak, MPR Desak Pemerintah Segera ‘Injak Rem’

Peneliti menunjukkan alat deteksi cepat atau Rapid Test CePAD Antigen di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Antara Foto/M Agung Rajasa

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah segera merespons lonjakan kasus Covid-19 yang beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan, hingga tembus 3.000 positif pada akhir pekan lalu.

“Lonjakan kasus positif ini seharusnya direspons dengan langkah yang segera. Kalau beberapa waktu lalu sejumlah pejabat memperkenalkan mekanisme gas dan rem dalam membatasi pergerakan orang, saya kira saat inilah waktunya pemerintah menginjak rem agar meminimalkan pergerakan orang,” kata Lestari yang akrab disapa Rerie, Senin(31/8).

Berdasarkan catatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pada Ahad (30/8), penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 2.858 orang. Pada sehari sebelumnya Sabtu (29/8) tercatat penambahan 3.308 kasus positif Covid-19, sedangkan pada Jumat (28/8) tercatat 3.003 kasus.

Ketika penularan tercatat meningkat drastis, menurut Rerie, langkah nyata untuk menekan angka penularan seharusnya segera dilakukan.

Legislator Partai NasDem itu memahami apabila saat ini pemerintah pusat dan daerah terus gencar menyosialisasikan pelaksanaan protokol kesehatan kepada masyarakat, antara lain dalam bentuk kampanye penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Akan tetapi, tegas Rerie, dengan kondisi peningkatan penularan yang signifikan sudah seharusnya pemerintah merespon dengan langkah yang signifikan juga.

Langkah signifikan dimaksudkan Rerie, antara lain bisa berupa pengetatan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB), peningkatan upaya “tracing”, sambil berupaya meningkatkan penggunaan masker di tengah masyarakat.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here