FPI, GNPF Ulama dan PA 212 Tegas Minta Pemerintah Tunda Pilkada Serentak

Ketua GNPF Ulama, pimpinan FPI dan PA 212. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Sejumlah ormas Islam, yaitu FPI, GNPF Ulama dan PA 212 mengeluarkan maklumat menyikapi perkembangan politik di tanah air. Mereka menanggapi pernyataan keputusan pemerintah yang menolak penundaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Maklumat itu ditandatangani oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak dan Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis.

Ada beberapa hal yang menjadi poin maklumat mereka.

Pertama meminta pemerintah melakukan penundaan Pilkada yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Menyerukan untuk dilakukan penundaan dan menghentikan seluruh rangkaian/tahapan proses Pilkada Maut 2020 yang telah terbukti menjadi sebab mobilisasi massa dan menjadi klaster penyebaran Covid-19,” bunyi maklumat tertulis yang diterima redaksi, Rabu (23/9/2020).

Selanjutnya dalam poin kedua, mereka menuntut tanggung jawab negara dalam melindungi bangsa Indonesia dari ancaman Covid-19 melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat jelata. Terkahir, mereka menyerukan umat muslim agar memboikot seluruh tahapan Pilkada serentak Desember mendatang.

Maklumat sejumlah ormas

“Menyerukan kepada segenap pengurus, simpatisan pada khususnya dan seluruh ummat Islam Indonesia pada umumnya untuk tidak terlibat dalam seluruh rangkaian/pentahapan proses Pilkada maut 2020,” tulis maklumat.

Keputusan pemerintah yang menolak penundaan Pilkada Serentak 2020 juga mendapat sorotan pemimpin Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab yang saat ini masih berada di Arab Saudi. Habib Rizieq menyerukan penolakan atas pelaksanaan Pilkada akhir tahun nanti.(EP/rls)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here