Temuan Bawaslu Mengejutkan, Sejumlah Pemilih Umurnya Nyaris Setara Nabi Musa

Ilustrasi Pilkada 2020.

Indonesiainside.id, Denpasar – Badan Pengawas Pemilu Kota Denpasar, Bali, mencurigai adanya temuan di mana sejumlah pemilih memiliki umur tidak wajar. Mereka jika dihitung umurnya sudah di atas 100 tahun.

Mereka berjumlah sebanyak 15 orang dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar 2020.

“Dugaan pemilih dengan usia di atas 100 tahun itu kami temukan berdasarkan hasil pengawasan, pencermatan, dan analisis yang kami lakukan terhadap DPS,” kata anggota Bawaslu Kota Denpasar I Nyoman Gede Putra Wiratma di Denpasar, Rabu(23/9).

Dari 15 pemilih yang berusia di atas 100 tahun itu, yang tertua bahkan berusia 119 tahun. Orang itu merupakan warga Banjar Tegallantang Kaja, Desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat.

Jika benar memang ada orangnya, maka umurnya nyaris setara dengan umur Nabi Musa AS, yaitu 120 tahun.

“Paling banyak, yakni delapan orang, yang berusia 100 tahun, yang tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar,” ucapnya.

Terhadap temuan tersebut, Bawaslu Kota Denpasar pada Rabu (23/9) mengirimkan surat perihal Saran Perbaikan agar ditindaklanjuti oleh jajaran KPU Kota Denpasar.

Selain ditemukan pemilih dengan usia tak wajar itu, dalam Surat Saran Perbaikan tersebut, Bawaslu Denpasar juga menyampaikan temuan dugaan pemilih yang tercatat lebih dari satu kali atau kegandaan data pemilih.

“Untuk kesamaan parameter nama dan tanggal lahir sebanyak 4.849 orang pemilih, kemudian untuk kesamaan parameter nama, tempat lahir dan tanggal lahir sebanyak 2.663 pemilih,” ujar Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Denpasar itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here