Pemimpin Pakistan Tegas Mengutuk Charlie Hebdo di Majelis Umum PBB

Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan. Foto: net

Indonesiainside.id, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan mengutuk keras publikasi tabloid mingguan satir asal Prancis, Charlie Hebdo, terkait kartun Nabi Muhammad.

Khan menyampaikan sikap tegas ini pada Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (25/9) waktu New York. Ia mendesak PBB melakukan segala sesuatu untuk mencegah hal yang dapat meningkatkan Islamofobia.

Desakan Khan ini juga disampaikannya atas insiden penyerangan di dekat bekas kantor Charlie Hebdo, Paris, di hari yang sama.

“Insiden di Eropa termasuk penerbitan ulang sketsa penghujatan oleh Charlie Hebdo adalah contoh terbaru,” kata Khan merujuk pada contoh Islamofobia, dilansir AFP, Sabtu (26/9).

“Kami menekankan bahwa provokasi yang disengaja dan hasutan untuk membenci dan kekerasan harus dilarang secara universal. Majelis ini harus mendeklarasikan hari internasional untuk memerangi Islamofobia dan membangun koalisi untuk melawan momok ini,” tegasnya.

Charlie Hebdo berulang kali memicu kemarahan umat Islam dengan menerbitkan kartun Nabi Muhammad yang termasuk dalam penghujatan.

Belum lama ini berbagai aksi demo pecah di beberapa negara menolak penerbitan kartun tersebut.

Kini, Charlei Hebdo berencana kembali mencetak ulang kartun Nabi Muhammad.

Sementara pada Jumat kemarin kembali terjadi penyerangan di dekat bekas kantor Charlei Hebdo saat persidangan teror 2015 digelar. Seorang pria menyerang dengan menggunakan pisau di lokasi kejadian. Akibatnya empat orang mengalami luka dan dua di antaranya kritis.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here