Penduduk Miskin Asia Timur dan Pasifik Membengkak Dampak Pandemi

Kemiskinan
Gambaran kemiskinan di India. Foto:inv

Indonesiainside.id, JakartaBank Dunia memproyeksikan akan ada peningkatan jumlah penduduk miskin di kawasan Asia Timur dan Pasifik sebanyak 38 juta orang akibat dari pandemi Covid-19.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengatakan 38 juta orang akan tetap berada dalam kemiskinan ataupun kembali terdorong masuk ke dalam jurang kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan pada negara kelas menengah atas yang sebesar USD5,5 per hari.

“Kemiskinan di wilayah ini diproyeksikan akan meningkat untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir,” ujar Kwaka dalam laporan terbaru ekonomi Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober 2020 dari Bank Dunia, ‘From Containment to Recovery’, Selasa.

Dia mengatakan setelah Covid-19, pemerintah di negara-negara Asia Timur dan Pasifik secara rata-rata berkomitmen sekitar 5 persen dari PDB mereka untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat, mendukung rumah tangga, dan membantu perusahaan menghindari kebangkrutan.

“Namun, beberapa negara mengalami kesulitan untuk meningkatkan program perlindungan sosial mereka yang terbatas dari jumlah belanja sosial yang sebelumnya hanya 1 persen dari PDB,” jelas Kwakwa.

Dia mengatakan dukungan terhadap perlindungan sosial yang berkelanjutan akan memberikan tekanan terhadap basis pendapatan pemerintah yang terbatas.

“Covid-19 tidak hanya menyerang orang miskin yang paling parah, tetapi juga menciptakan orang miskin baru. Kawasan ini dihadapkan pada serangkaian tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan pemerintah menghadapi pilihan sulit,” kata Kwakwa.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here