Pengadilan India Bebaskan 32 Aktivis Nasionalis Hindu yang Terlibat Penghancuran Masjid Babri yang Bersejarah

Dokumentasi kelompok Hindu India menghancurkan Masjid Babri, warisan sejarah abad ke-16

Indonesiainside.id, New Delhi–Pengadilan khusus di India Rabu (30/9) membebaskan semua 32 terdakwa aktivis nasionalis Hindu yang masih hidup dalam kasus penghancuran Masjid Babri. Pengadilan mengamati penghancuran masjid bersejarah tidak direncanakan sebelumnya, mengesampingkan aksi konspirasi.

Putusan dalam kasus kriminal terkait penghancuran Masjid Babri datang hampir 28 tahun yang menelan banyak korban di kota Ayodhya di India utara.  Sebagian terdakwa masih hidup dan sebagian sudah tidak ada lagi.

Hakim SK Yadav, pada hari terakhir masa jabatannya, mengamati bahwa bukti terhadap terdakwa tidak cukup kuat dan peristiwa penghancuran Masjid Babri tidak direncanakan sebelumnya.

Sebanyak 32 pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa didakwa dalam kasus tersebut. Termasuk mantan Wakil Perdana Menteri Lal Krishna Advani, dan rekan-rekannya Murli Manohar Joshi, Kalyan Singh, Uma Bharti, serta pemimpin agama Hindu Sadhvi. Rithambara, Nritya Gopal Das, dan Vinay Katiyar. Aksi massal terhadap masjid masjid bersejarah ini telah titik api beberapa dekade lalu, memicu kerusuhan komunal yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Bulan lalu, Mahkamah Agung telah menetapkan 30 September sebagai batas waktu untuk mengakhiri persidangan dan mengumumkan putusan.  Pengadilan bulan lalu telah menolak permohonan dua jaksa penuntut yakni Hazi Mahmood Ahmad dan Sayyed Akhlakh meminta izin untuk mengajukan argumen tertulis dalam kasus pembongkaran Masjid Babri. Mereka beralasan mereka bukan korban dalam masalah tersebut.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here