Dihalangi Keluarga, Aparat Tidak Bisa Periksa Jenazah Pendeta di Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah mengaku hingga kini tidak bisa memeriksa jenazah pendeta Yeremia Zanambani yang tewas ditembak di Intan Jaya, Papua beberapa waktu lalu.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, aparat keamanan dilarang oleh keluarga dan dihalang-halangi kelompok bersenjata. Sementara kelompok bersenjata memiliki foto jenazah dan menyebarkannya serta menuduh TNI yang menembak pendeta tersebut.

“Itu tidak benar dan kadangkala kita disesatkan oleh narasi yang dibuat secara sepihak oleh provokasi gambar-gambar ketika pendeta Yeremias tersungkur,” kata Mahfud MD.

Menurut dia, jika aparat memaksa untuk memeriksa jenazah maka akan disebut sebagai tindakan kekerasan. Saat ini, pemerintah berupaya memeriksa jenazah secara damai dan tanpa kekerasan.

“Polisi dan TNI saya minta selesaikan secara cepat tetapi jangan sampai ada korban,” jelas dia.

Menurut Mahfud, kondisi di Intan Jaya saat ini dalam kondisi aman terkendali setelah terjadinya aksi kekerasan dan penembakan. Dia meminta Bupati Intan Jaya untuk hadir di wilayahnya mengendalikan kondisi di sana.

Berdasarkan informasi yang diterima Mahfud, Bupati Intan Jaya berada di luar daerah dalam menjalankan tugasnya. “Nanti kita cek dan kita minta agar di sana secara langsung,” jelas Mahfud.

Beberapa pekan lalu, kasus kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata meningkat di Intan Jaya. Puncaknya, terjadi ketika Pratu Dwi Akbar dari Yonif 711/RKS/Brigif 22/OTA-yang ditugaskan ke Intan Jaya sebagai persiapan pembentukan Koramil baru di sana -tewas di tangan kelompok bersenjata dua hari lalu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here