Iran Sebut Pidato Netanyahu Pertunjukkan Boneka Sang Pembunuh Bayi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: net

Indonesiainside.id, Teheran – Iran mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyalahgunakan podium internasional seperti PBB untuk menyebarkan kebohongan dan mencegah penuntutan terhadap pejabat rezim Tel Aviv atas kejahatan perang.

Mengomentari pidato Netanyahu hari Selasa di Majelis Umum PBB, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sa’eed Khatibzadeh menolak semua pidatonya dan menyebutnya sebagai “pertunjukan boneka”.

“Perdana menteri dari rezim Zionis palsu, pendudukan dan pembunuhan bayi menggunakan podium internasional untuk terus berbohong, dan mencoba, melalui pertunjukan yang menggelikan, untuk menipu opini publik global dan organisasi internasional dengan tujuan mencegah penuntutan terhadap para penguasa kriminal rezim di pengadilan internasional, ”katanya.

Pejabat Iran itu mengecam rezim Israel sebagai “ancaman terbesar bagi perdamaian dan keamanan internasional,” menambahkan bahwa ia memiliki “sifat pendudukan, tipu daya dan rasisme,” sementara memiliki ratusan hulu ledak nuklir.

Dalam pidatonya di PBB, Netanyahu mengatakan bahwa Iran merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian di Asia Barat, dan menuduh Republik Islam menyerang tetangganya dan mengobarkan kekerasan di wilayah tersebut.

Sementara Iran tidak pernah memulai perang melawan negara mana pun dalam sejarah kontemporernya dan menjadi yang pertama bergegas membantu tetangganya dalam pertempuran melawan terorisme.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga memuji Presiden AS Donald Trump karena meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia dan mengembalikan sanksi yang telah dicabut terhadap Teheran berdasarkan perjanjian tersebut.

Dia juga mengecam Dewan Keamanan PBB karena menolak memperpanjang embargo senjata di Iran.

Cukup mengejutkan, perdana menteri Israel juga menuduh bahwa Iran sedang berupaya membuat senjata nuklir.

Sementara rezim Tel Aviv diyakini sebagai satu-satunya pemilik nuklir di wilayah tersebut.

Tidak seperti Iran, Israel menolak untuk menempatkan aktivitas nuklirnya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional.

Merek juga menentang seruan untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir. Iran adalah salah satu negara pertama yang menandatangani perjanjian itu.

Israel, yang memiliki sejarah panjang doyan berperang, termasuk tiga perang melawan Jalur Gaza, secara rutin melanggar wilayah udara Lebanon dan Suriah.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here