Penolakan RUU Omnibus Law Bergolak Lagi, 2 Juta Buruh Siap Bergerak

Buruh menyuarakan penolakan RUU Omnibus Law Ciptaker. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja bakal memanas kembali. Sekitar 2 juta buruh yang dikoordinir Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) siap bergerak di lingkungan perusahaan/pabrik masing-masing secara serentak di seluruh Indonesia.

Mereka akan menggelar aksi menolak RUU kontroversial tersebut. Aksi unjuk rasa atau mogok nasional itu akan diadakan di masing-masing lokasi perusahaan/pabrik tempat para buruh bekerja pada 6-8 Oktober dari pukul 06.00 – 18.00 WIB.

Para buruh memprotes rencana pengesahan RUU Cipta Kerja yang dinilai merugikan mereka. Aksi ini digelar di lingkungan kerja masing-masing sebagai upaya untuk menghindari penyebaran penularan wabah Covid-19.

“Jadi sebenarnya ini unjuk rasa, bukan mogok kerja, akan dilakukan serempak di seluruh Indonesia, dengan dasar hukumnya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Presiden KSPI Said Iqbal kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (3/10).

Serikat kerja di tingkat perusahaan, katanya, sudah mengirimkan surat izin kepada kepolisian resor (polres) masing-masing daerah, sementara serikat kerja di tingkat nasional juga telah mengirimkan izin untuk berunjuk rasa di lingkungan perusahaan/pabrik masing-masing kepada Mabes Polri.

Dengan menggelar unjuk rasa dari pukul 06.00 – 18.00 WIB, kata dia, berarti tingkat produksi kerja akan secara langsung terkena dampak dari aksi mogok nasional yang akan digelar secara serentak tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here