Armenia Luncurkan Serangan Menyasar Ibu Kota Azerbaijan, Satu Roket Gagal Meledak

Foto yang diposting oleh pembantu presiden Azerbaijan Hikmet Hajiyev di Twitter, diduga menunjukkan serangan Armenia terhadap infrastruktur sipil Azerbaijan. Rudal itu telah mendarat di dekat blok energi di Mingachevir, tetapi gagal meledak.

Indonesiainside.id, Baku – Republik Azerbaijan mengatakan Armenia telah melancarkan serangan rudal ke daerah dekat ibu kota Azeri, Baku.

Ajudan presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, men-tweet pada hari Minggu bahwa militer Armenia menargetkan daerah Absheron di pinggiran Baku serta kota Xızı yang terletak 104 km di utara ibu kota.

“Pasukan Armenia menembakkan dua rudal jarak menengah (300 km) terhadap Absheron dan Xızı pada hari Minggu pukul 23:10 (waktu setempat),” katanya dalam tweetnya.

Jaksa Agung Azerbaijan itu menambahkan, kota Mingecevir, yang terletak 308 km di barat Baku, juga telah menjadi sasaran tiga rudal Armenia.

“Dalam serangan ini, lima warga sipil terluka dan dilarikan ke rumah sakit,” katanya, melansir PressTV, Senin(5/10).

Total 19 warga sipil tewas pada 3 Oktober dan 63 lainnya luka-luka sementara 44 situs nonmiliter dan 181 rumah hancur akibat serangan pasukan Armenia.

Ini termasuk serangan roket terhadap kota terbesar kedua di Azerbaijan, Ganja, yang menewaskan satu warga sipil dan melukai empat lainnya.

Kedutaan Besar Iran di Baku mengecam serangan baru-baru ini terhadap warga sipil dan target nonmiliter selama bentrokan yang sedang berlangsung antara Azerbaijan dan Armenia.

Armenia, di sisi lain, mengatakan kota utama Nagorno-Karabakh, Stepanakert, menderita tembakan artileri sejak Jumat, dihantam lagi pada hari Minggu dan wartawan AFP mengatakan ada ledakan reguler dan awan asap hitam membubung di beberapa bagian kota.

Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, mengatakan pada hari Minggu bahwa “peningkatan korban sipil tidak dapat diterima” dan bahwa “pertempuran harus segera dihentikan”.

“Negosiasi harus dimulai secepat mungkin di bawah Ketua Bersama Minsk Group,” katanya.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) Minsk Group, sebuah badan yang dipimpin oleh Prancis, AS dan Rusia, sejauh ini telah menyelenggarakan perundingan antara Baku dan Yerevan, tetapi tidak berhasil.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan wilayah Nagorno-Karabakh adalah bagian Azerbaijan dan harus kembali ke negara itu, dan menuntut agar negara tetangganya, Armenia menetapkan jadwal untuk penarikan cepat pasukannya dari daerah kantong wilayah yang disengketakan.

“Azerbaijan memiliki satu syarat, dan itu adalah pembebasan wilayahnya,” kata Aliyev, dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara pada hari Minggu, menekankan bahwa “Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan. Kita harus membawanya kembali dan kita akan melakukannya.” tegasnya. (EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here