Bantah Moeldoko, PERSI Minta Pembantu Jokowi Tidak Asal Ngomong

Prosesi pengantaran jenazah Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh dari rumah sakit menuju pemakaman, Minggu (4/10/2020). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menampik keras tuduhan Kepala KSP Moeldoko soal Rumah Sakit yang ‘menCovidkan’ pasien. Moeldoko menuding rumah sakit “mengCovidkan” atau menyatakan status pasiennya sebagai pasien Covid-19 untuk mencari untung.

“Adanya pernyataan atau tanggapan yang tak disertai fakta, bukti atau tidak terbukti kebenarannya membangun persepsi keliru atau menggiring opini seolah-olah rumah sakit melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan ketentuan atau kecurangan/fraud. Persepsi keliru dan opini ini menghasilkan misinformasi dan disinformasi yang merugikan pelayanan rumah sakit dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Ketua PERSI Kuntjoro Adi Purjanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip di Jakarta, Senin(5/10).

Kuntjoro menyebut terbangunnya opini bahwa rumah sakit “mengCovidkan” pasien dianggap menimbulkan stigma dan pengaruh luar biasa pada menurunnya kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Hal itu juga meruntuhkan semangat dan ketulusan pelayanan yang dilaksanakan rumah sakit dan tenaga kesehatan.

Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kepada pasien dan masyarakat umum, tuturnya.

Isu tersebut mencuat setelah Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta agar rumah sakit jujur terhadap data kematian pasien di RS pada masa pandemi Covid-19.

Dia meminta agar data kematian pasien di RS tidak selalu dikaitkan dengan Covid-19 sebagai penyebab.

Menanggapi hal itu, Kuntjoro meminta bukti yang sah jika memang benar ada rumah sakit yang melakukan tindakan tidak jujur dengan mengCovidkan pasien.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here